Rapimnas APKLI di Lombok, “Negara Aman dan Damai, PKL bahagia”

Foto : Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Senggigi Lombok Barat, Sabtu 11 Desember 2021 (MetroNTB/Humas)

Rapimnas APKLI di Lombok, Negara Aman dan Damai, PKL bahagia

Mataram, MetroNTB.com – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Senggigi Lombok Barat, Sabtu 11 Desember 2021

Hadir dalam Rapimnas tersebut, Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun Atmo, Gubernur NTB Zulkieflimansyah Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, Sekjen DPP APKLI Lalu Winengan, Danrem 162/WB yang diwakili Kepala Staf Korem, Ketua dan Sekretaris DPW APKLI se Indonesia, dan para pengurus daerah APKLI NTB.

Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Jenderal DPP APKLI Lalu Winengan mengungkapkan Rapimnas tahun ini mengangkat tema “Negara Aman dan Damai, PKL bahagia”.

“Rapimnas digelar di Lombok menjadi bukti bahwa pulau seribu masjid sudah siap menjadi tuan rumah pertemuan-pertemuan nasional dan internasional,” ujarnya

Menurutnya, keberhasilan Lombok menjadi tuan rumah WSBK pada November lalu telah memantik hal tersebut. Pada event internasional tersebut, pedagang kaki lima juga ikut mendapat berkah.

“Tentu kami berharap pada ajang MotoGP pada Maret tahun depan, para pedagang kaki lima bisa mendapatkan akses yang lebih luas lagi,” harap Winengan

Ia menyebutkan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat untuk pelaku usaha mikro di mana didalamnya terdapat PKL, telah disalurkan 100 persen oleh TNI dan Polri di NTB.

“Bantuan tersebut nilainya 1,2 juta untuk setiap pedagang dan pelaku usaha mikro,” kata Winengan

Ketua Umum APKLI Ali Mahsun Atmo menekankan, Rapimnas ini menjadi ajang bagi APKLI untuk memastikan di era yang serba digital seperti sekarang ini, ekonomi para PKL bisa semakin makmur.

“Para PKL tetap mampu menjaga denyut ekonomi keluarganya dan juga bisa menyekolahkan anak-anak mereka sebagai penerus generasi bangsa,” katanya

Dokter spesialis alumnus Fakultas Kedoteran Universitas Barawijaya Malang ini mengemukakan, menjadi cita-cita seluruh pedagang kaki lima di seluruh Indonesia, agar mereka bisa hidup sejahtera secara berkeadilan.

Seperti para pelaku ekonomi lainnya, tantangan berat saat ini juga sedang dihadapi pedagang kaki lima.

Berdasarkan data Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank, di mana pada tahun 2020 lalu, sebanyak 48,6 persen pelaku usaha mikro mengalami kebangkrutan akibat pandemic Covid-19. Jumlah tersebut setara dengan 30 juta pelaku usaha.

“APKLI saat ini terpanggil oleh ibu pertiwi. Kita tidak ingin para pedagang kaki lima terpuruk. Kita ingin PKL bangkit,” tuturnya

Rapimnas ini pun menjadi ajang untuk menyatukan langkah bagi APKLI untuk menghimpun kekuatan internal dan eksternal.

“Untuk melakukan program-program yang disebut Ali Mahsun sebagai Operasi Gerilya untuk membantu PKL di masa pandemi Covid-19,” tandasnya

Sementara, Ketua DPW APKLI NTB Abdul Majid secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Gubernur NTB, Kapolda NTB, dan seluruh tamu undangan.

Menurutnya, kehadiran para pejabat utama di NTB dan juga seluruh tamu undangan, menjadi penyemangat bagi seluruh pedagang kaki lima. Tidak hanya di NTB, melainkan juga pedagang kaki lima di seluruh Indonesia.

“Pedagang kaki lima memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam upaya menggerakkan kembali ekonomi di tengah pandemi,” kata Majid menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here