Penyaluran BPNT di Loteng tidak Sesuai Pedoman

LSM JATI NTB mengungkapkan dugaan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak sesuai dengan pedoman
Foto : Sejumlah massa LSM JATI NTB saat melakukan aksi di Kantor Dinas Sosial Lombok Tengah beberapa waktu lalu (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – LSM JATI NTB mengungkapkan dugaan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak sesuai dengan pedoman.

Ketua LSM JATI NTB Saddam Husen mengatakan, ada beberapa dugaan yang dilakukan oleh oknum agen BRI-Link terkait penyaluran BPNT.

“Kami menduga penyaluran BPNT ini tidak sesuai pedoman umum (Pedum),” ungkapnya

Husen membeberkan pihaknya menemukan dugaan agen hanya menyalurkan dua item bantuan yaitu telur dan beras, sedangkan di Pedum yang harus disalurkan itu minimal tiga item.

“Ini sudah menyalahi aturan,” tuturnya

Selain penguranhan item yang disalurkan, ada juga dugaan agen melakukan pengurangan jumlah beras yang disalurkan.

“Salah satu contoh penyaluran beras yang seharusnya 10 Kg, tapi kami menduga ada KPM yang mendapat sembilan Kg,” kata Husen

Selain itu, pihaknya juga menduga ada intimidasi dari oknum jika Kelompok Penerima Manfaat (KPM) melaporkan persoalan ini, maka akan dicabut dari daftar penerima bantuan.

“Kami meminta supaya agen, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan suplayer diganti,” imbuhnya

Ia menuturkan bahwa ada juga agen yang mengakui bahwa menyetor ke oknum di Dinas Sosial sebesar Rp. 5000 per KPM

“Jika tidak menyetor, maka bisa di nonaktifkan sebagai agen,” beber Husen (Zan/Mn)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here