Manajemen LFC Urun Rembuk dengan Legenda Sepak Bola NTB

Foto : Presiden LFC, H Bambang Kristiono (HBK) (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Manajemen Lombok Football Club (LFC) mengundang para legenda sepakbola NTB untuk urun rembuk bagi kemajuan klub profesional di NTB dan untuk kemajuan industri sepakbola Lombok dan Bumi Gora.

Presiden LFC, H Bambang Kristiono (HBK) hadir langsung dalam silaturahmi di salah satu hotel di Mataram, Sabtu malam, Sabtu 18 Desember 2021

“Manajemen LFC ingin mendapatkan saran, masukan berkaitan dengan persepakbolaan NTB. Secara khusus terkait kiprah klub sepakbola profesional LFC di masa mendatang,” ujarnya mengawali sambutannya dengan ucapan terima kasih.

Di hadapan para legenda sepakbola NTB itu, HBK memaparkan secara singkat sejarah lahirnya LFC.

Klub ini hanya dipersiapkan dalam waktu tiga bulan. Namun, dengan persiapan yang begitu mepet, tapi LFC sudah mampu berbicara banyak di ajang Liga 3 NTB yang saat ini masih bergulir.

Saat ini, LFC berada pada posisi empat di klasemen sementara. Dia menyebut, secara teknis, perjalanan LFC di Liga 3 mulai terjal setelah kalah oleh PS Mataram.

“Kala itu, LFC tidak mampu mempertahankan keunggulan, banyak membuang peluang, dan akhirnya harus takluk dengan skor tipis oleh gol di injury time,” ungkapnya

Apapun hasilnya, HBK menekankan, dirinya sangat bangga pada seluruh pemain, pelatih dan manajemen LFC.

“Seperti yang sudah disampaikannya berkali-kali,” tandasnya

Apa pun posisi LFC di klasemen akhir Liga 3 tahun ini, tak akan mengubah kebanggaanya pada klub. Manakala LFC tidak lolos ke puratarn nasional Liga 3, LFC akan menggunakan seluruh sumber daya dan finansial yang dimilikinya untuk menyiapkan infrastruktur dan fasilitas klub. Juga akan digunakan untuk menyejahterakan para pemain.

HBK yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini juga menceritakan alasannya membangun klub sepakbola profesional di NTB.

Politisi Partai Gerindra ini memiliki mimpi besar untuk persepakbolaan NTB. Dia ingin ada klub di NTB yang tidak hanya jago kandang. Namun, mampu bertarung di level nasional.

“Saya ingin ada klub NTB yang jagonya hanya di kandang. Tapi begitu bertanding ke luar NTB, terus kena pembantaian lawan. Atau menyerah kalah karena nggak sanggup melanjutkan perjuangan,” kata HBK.

Alasan kedua, NTB ini dikenal sebagai daerah dengan banyak talenta-talenta muda sepakbola yang handal. Bukan hanya sekarang, tapi semenjak dulu NTB ini sudah dikenal begitu.

Namun, di balik banyaknya talenta-talenta muda penuh bakat tersebut, belum ada klub dari NTB yang bisa berbicara di level atau tingkat nasional.

 

HBK menuturkan, bagaimana dirinya tahu, sejumlah klub ternama di tanah air, datang belanja pemain ke NTB.

Ada Persisam Samarinda, Sulud United, Perseden, dan banyak yang lainnya. Bahkan ada klub papan atas tanah air yang pernah menjadi kampiun Liga Indonesia, yaitu Bali United banyak merekrut pesepakbola-pesepakbola NTB.

Karena itu, HBK ingin talenta-talenta muda dari NTB itu kemudian tidak disia-siakan. Tentunya harus dimulai dengan lahirnya klub sepakbola profesional di Bumi Gora.

HBK juga menceritakan, dirinya jenuh karena banyak masyarakat NTB yang mencurahkan energi dirinya hanya untuk bicara politik di media sosial mereka. Kepala Daerah yang baru menjabat setahun saja, sudah sibuk dibicarakan siapa-siapa penggantinya. Dia ingin, energi masyarakat tersebut, lebih diarahkan kepada hal-hal yang bersifat produktif. Salah satunya adalah mengarahkan energi tersebut untuk kemajuan industri sepakbola di NTB, karena peluang untuk mengangkat nama besar NTB lewat olahraga sepakbola itu sangatlah besar.

“Jadi, jangan ladi ada yang menilai kalau Pak HBK bikin klub ini karena mau jadi Gubernur. Itu bukan prioritas langkah politik saya,” kata HBK (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here