BPJS Ketenagakerjaan Diminta Masifkan Sosialisasi Manfaat BPJamsostek

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta BPJS ketenagakerjaan untuk masifkan sosialisasi manfaat kepesertaan BPjamsostek
Foto : Sekda NTB Lalu Gita Ariadi saat sosialisasi implementasi Inclusive Job Center yang difokuskan kepada pekerja Disabilitas perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan, di Ballroom Hotel Aruna Senggigi Kamis 16 Desember 2021 (MetroNTB/Ist)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta BPJS ketenagakerjaan untuk masifkan sosialisasi manfaat kepesertaan BPjamsostek

Kemanfaatan BPJS ketenagakerjaan itu, terus disosialisasikan secara masif agar semua pemberi kerja terutama perusahaan dapat memberikan perlindungan kepada pekerjanya,” pinta Sekda NTB Lalu Gita Ariadi saat sosialisasi implementasi Inclusive Job Center yang difokuskan kepada pekerja Disabilitas perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan, di Ballroom Hotel Aruna Senggigi Kamis 16 Desember 2021.

Ketika terjadi kecelakaan kerja dan musibah, maka pekerja mendapatkan perlindungan sebagai mana besaran ketentuan yang berlaku.

“Dari ikhtiar yang kecil bisa mendapatkan sebuah hasil yang bermanfaat,”  kata Lalu Gita

Pada kesempatan itu juga, Lalu Gita mengajak masyarakat untuk terus menciptakan iklim daerah yang kondusif. Karena hanya dalam situasi yang kondusif, berbagai aktivitas ekonomi bisa berjalan.

“Kegiatan usaha akan dapat berlangsung dengan baik, yang bisa menguntungkan para pengusaha dan investor,” tuturnya

Ia menambahkan, akhirnya dari keuntungan itulah akan kembali dalam bentuk proporsi CSR untuk membantu kesejahteraan masyarakat kita terutama pekerja.

Lalu Gita menyebutkan bahwa menyongsong event MotoGP di bulan Maret 2022, transaksi ekonomi sudah berlangsung dari sekarang.

“Hotel-hotel sudah banyak yang dipesan. Artinya perekonomian meningkat, banyak pengusaha dan calon pekerja yang akan dibutuhkan untuk mensupport event tersebut,” cetusnya

Oleh sebab itu, pentingnya sosialisai ini dilaksanakan sehingga para pengusaha atau badan usaha sadar akan kesejahteraan pekerjanya.

“Perusahaan wajib memberikan jaminan para tenaga kerjanya. Agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari,” lalu Gita

Ia menambahkan Pemerintah Provinsi NTB, selain telah memberikan jamsostek untuk Non ASN, pada tahun 2022 mendatang, Bapak Gubernur NTB sudah mengalokasikan 10 ribu jamsostek untuk pekerja rentan dari dana DBCHT yang ada di Disnakertrans NTB,

“Semoga pandemi covid ini segera berlalu kemudian rebound ekonomi WSBK. Bukan World Superbike lagi, tetapi waktunya sekarang bangkit kembali,” selorohnya.

Lalu Gita juga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB bersama BPJS Ketenagakerjaan NTB terus bergandeng tangan dan bersatu padu dalam memberikan pemahaman guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dalam bekerja (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here