Protes Jalan Rusak, Warga Sintung Tanam Pohon Pisang

Warga Dusun Selakan, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah melakukan aksi protes jalan rusak dengan menanam pohon pisang di tengah ruas jalan
Foto : Warga Dusun Selakan, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah melakukan aksi protes jalan rusak dengan menanam pohon pisang di tengah ruas jalan (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Warga Dusun Selakan, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah melakukan aksi protes jalan rusak dengan menanam pohon pisang di tengah ruas jalan.

Aksi penanaman pohon pisang dilakukan lantaran masyarakat kecewa dengan Pemda Lombok Tengah yang tidak kunjung memperbaiki jalan yang sudah lama rusak.

Kepala Desa Sintung Herman yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan jalan ini rusak salah satunya karena banyaknya damtruck yang tidak sesuai muatan melewati jalur dan tidak adanya saluran irigasi.

“Jalan ini rusak karena damtruck yang tidak sesuai muatan dan tidak adanya saluran irigasi sehingga air mengalir melalui badan jalan. Ruas jalan ini sudah sering menyebabkan kecelakaan,” ujarnya

Herman menjelaskan jalan ini merupakan perbatasan antara Kabupaten Lombok Tengah dengan Lombok Barat.

“Ruas jalan ini rusak selama kurang lebih lima tahun dengan panjang jalan 1,200 km,” terangnya

Pihaknya berharap ada tanggapan dari Pemda Lombok Tengah untuk memperbaiki jalan yang rusak ini.

“Kalau tidak bisa dihotmix minimal ada pemeliharaan dari Pemda,” kata Herman

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Loteng Lalu Rahardian yang dikonfirmasi wartawan melalui via WhatsApp mengatakan, untuk jalur Sintung Selakan dan Selakan ke Pidade masuk prioritas yang akan ditangani.

“Semoga terealisasi,” jawabnya singkat

Ditanya terkait kapan akan dilakukan pengerjaan, pihaknya menargetkan paling telat tahun depan.

“InsyaAllah kalau tidak bisa APBD Perubahan tahun ini, paling telat reguler tahun depan,” tegasnya (Zan/Mn)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here