Program Kartu Prakerja Hadir Jawab Problem Ketenagakerjaan Indonesia

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja Denni Purbasari saat menjadi narasumber kuliah tamu Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, bertema ‘Sharing Pengelolaan Peluncuran Sebuah Program Kerja Pemerintah’, Sabtu 13 November 2021
Foto : Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja Denni Purbasari saat menjadi narasumber kuliah tamu Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, bertema ‘Sharing Pengelolaan Peluncuran Sebuah Program Kerja Pemerintah’, Sabtu 13 November 2021

Jakarta, MetroNTB.com – Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja Denni Purbasari menerangkan, Program Kartu Prakerja hadir untuk menjawab problem ketenagakerjaan Indonesia.

“Ada dua masalah besar di dunia ketenagakerjaan kita, yakni minimnya lowongan kerja serta rendahnya skill angkatan kerja,” ujarnya saat menjadi narasumber kuliah tamu Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, bertema ‘Sharing Pengelolaan Peluncuran Sebuah Program Kerja Pemerintah’, Sabtu 13 November 2021.

“Kartu Prakerja menjawab tantangan yang kedua, menjadi komplemen dari program pelatihan yang sudah ada, supaya kompetensi dan kewirausahaan angkatan kerja kita meningkat,” jelasnya.

Deputi Ekonomi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2020 ini mengatakan Program Kartu Prakerja secara nyata merupakan ‘the first government startup’.

“Berbagai pihak telah mengapresiasi Program Kartu Prakerja yang tidak hanya memberikan uang di masa pandemi namun juga pelatihan untuk meningkatkan human capital,” katanya

Caranya yang ‘end to end digital’ membuat program menjadi efisien, efektif dan transparan. Tak heran pimpinan KPK mengatakan Program Kartu Prakerja bisa menjadi best practice dan contoh bagi program berskala besar lainnya.

“Kami berorientasi pada solusi dan berupaya memenuhi tuntutan konsumen di tengah prosedur penggunaan APBN yang sangat rigid dan konservatif,” tegasnya.

Dengan postur angkatan kerja yang bertambah sekitar 2,5 juta orang setiap tahunnya, Kartu Prakerja menyasar anak muda sebagai target utamanya.

“Di sinilah, komunikasi dilakukan dengan bahasa non formal, namun menghasilkan pencapaian nyata,” tutur Denni

Misalnya, Instagram @prakerja.go.id memiliki 3,5 juta followers serta website www.prakerja.go.id menjadi situs pemerintah yang paling banyak dibuka namun memiliki tingkat keamanan dan stabilitas terjamin.

Selain itu, kata ‘Kartu Prakerja’ menjadi kata yang paling dicari dan menduduki peringkat pertama dalam ‘Google Trend’ 2020.

“Kami berusaha ‘’user friendly’, melihat segmen yang dibidik, lalu berkomunikasi dalam gaya bahasa mereka. Jangan membuat jarak dengan stakeholder yang dilayani. Karena program itu sesungguhnya diciptakan untuk mereka. Humility dan empati ini ada pada tim Prakerja termasuk tim Pak Menko Perekonomian, yang ditugasi Presiden untuk mengkoordinir Program,” terang Denni (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here