Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB mengadakan pertemuan tahunan Bank Indonesia Tahun 2021 dengan tema “Bangkit dan Optimis Sinergi dan Inovasi untuk pemulihan ekonomi bagi Nusa Tenggara Barat Gemilang”, di ruang Serbaguna, Rabu 24 November 2021
Foto : Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Heru Saptaji (MetroNTB/Ist)

Bank Indonesia NTB Paparkan Perkembangan Ekonomi Terkini

Mataram, MetroNTB.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB mengadakan pertemuan tahunan Bank Indonesia Tahun 2021 dengan tema “Bangkit dan Optimis Sinergi dan Inovasi untuk pemulihan ekonomi bagi Nusa Tenggara Barat Gemilang”, di ruang Serbaguna, Rabu 24 November 2021

Pertemuan diawali dengan sambutan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang dilaksanakan secara virtual.

Kegiatan dilanjutkan dengan seremonial penandatanganan Perjanjian Kerjasama Beasiswa kepada 4 (empat) universitas di Provinsi NTB, yaitu Universitas Hamzanwadi, Universitas Qamarul Huda Badaruddin, Universitas Pendidikan Mandalika, dan Universitas Bumigora.

Selanjutnya, penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) secara simbolis oleh Wakil Gubernur Provinsi NTB, Sitti Rohmi Djalilah dan didampingi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Heru Saptaji.

PSBI diserahkan kepada Kelompok Tani Sarang Burung Walet, Kelompok Tani Vanili, dan Pondok Pesantren Cendikia Darul Lutviyah Murni.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Heru Saptaji memaparkan materi perkembangan ekonomi terkini dan outlook 2022 Provinsi NTB.

“Perekonomian NTB terus membaik tercermin dari pertumbuhan PDRB sejak triwulan II-2021 dan triwulan-III 2021 yang terus tumbuh masing-masing sebesar 4,76% dan 2,42% (yoy),” ungkapnya

Menurutnya, capaian ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi pada triwulan I-2021 yang masih mengalami kontraksi sebesar -1,17% (yoy), walaupun sedikit melambat pada triwulan-III 2021 yang diakibatkan oleh tekanan pada LU Perdagangan dan LU Transportasi akibat penerapan PPKM.

“Pengendalian kasus Covid-19 secara keseluruhan di Provinsi NTB sangat baik,” kata Heru

Setelah pada triwulan III-2021 sempat mengalami lonjakan kasus akibat merebaknya varian delta, kini Provinsi NTB sudah memasuki risiko rendah dengan cakupan vaksinasi yang juga terus ditingkatkan.

“Tentunya ini berdampak pada kebijakan mobilitas yang semakin melonggar dan mendorong peningkatan kegiatan ekonomi,” cetusnya

Heru merincikan indikator terjaganya perekonomian NTB juga dapat dilihat dari inflasi NTB pada Oktober 2021 yang masih dalam koridor baik yakni 1,90% (yoy).

“Tentunya hal ini tidak lepas dari upaya dan ikhtiar melalui kebijakan pengendalian inflasi yang terus kita lakukan dengan baik,” katanya

Selain itu, resiliensi stabilitas sistem keuangan NTB juga tetap terjaga baik tercermin dari kredit yang masih mengalami pertumbuhan 3,71% (yoy) serta NPL dan LAR yang masih berada pada level aman.

“Kuatnya sektor keuangan tentunya tidak terlepas dari dukungan sistem pembayaran yang lancar dan handal,” ulas Heru

Dari sisi sistem pembayaran tunai, rata-rata perputaran uang mencapai Rp1,13 Triliun sedangkan untuk sistem pembayaran non tunai terus mengalami pertumbuhan terutama untuk uang elektronik dan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

“Mencermati perkembangan indikator terkini, untuk Triwulan IV-2021 ekonomi NTB diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,01 s/d 5,81% (yoy) sedangkan untuk keseluruhan tahun 2021 pada kisaran 2,68 s/d 3,48%(yoy) dengan inflasi diperkirakan masih relatif in-line target inflasi Nasional pada kisaran 1,81 s/d 2,41% (yoy),” kata Heru menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here