Pemkab Lobar Dongkrak Pendapatan dari Cukai Rokok dan Tembaku

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Bagian Perekonomian Setda menggelar Fokus Group Discusion (FGD). Kegiatan FGD mengangkat tema “Sinergitas peran pemerintah daerah dan stackholder dalam mendongkrak penerimaan DBHCHT melalui peningkatan produktivitas tembakau dan penerimaan cukai hasil tembakau
Foto : Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Bagian Perekonomian Setda menggelar Fokus Group Discusion (FGD). Kegiatan FGD mengangkat tema “Sinergitas peran pemerintah daerah dan stackholder dalam mendongkrak penerimaan DBHCHT melalui peningkatan produktivitas tembakau dan penerimaan cukai hasil tembakau", Rabu, 17 November 2021 (MetroNTB/Ian)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Bagian Perekonomian Setda menggelar Fokus Group Discusion (FGD). Kegiatan FGD mengangkat tema “Sinergitas peran pemerintah daerah dan stackholder dalam mendongkrak penerimaan DBHCHT melalui peningkatan produktivitas tembakau dan penerimaan cukai hasil tembakau”, Rabu, 17 November 2021.

Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, Dr H Baehaqi, saat membuka acara FGD berharap kegiatan ini dapat memunculkan ide, sehingga dapat memberikan sinergitas pemerintah daerah dan stakeholder dalam mendongkrak penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT),

“Bagaimana nanti peran pemerintah daerah dan stakeholder dalam mendongkrak penerimaan DBHCHT. bersama stakeholder yang hadir. Pertemuan ini nanti akan menemukan titik temu dan banyak saran kritikan, sehingga dapat diserap dan bisa saja menjadi peraturan daerah (Perda),” ujarnya

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Barat, H Sabidin meengajak masyarakat untuk menanam tembakau.

“Tujuan sosialisasi supaya masyarakat rajin atau berminat menanam tembakau, dan bagi petani ingin menikmati nilai tambah jual tembakau, kita minta untuk membuat tembakau iris dilanjutkan dengan pembuatan Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan demikan industri dapat mendongkrak nilai DBHCHT,” tuturnya

Sabidin mengungkapkan industri rokok di Lombok Barat masih sangat minim, baru 4 industri.

“Empat pabrik rokok yang kita miliki, dua SKT dan dua tembakau iris yang sudah legal,” jelasnya.

Ia juga menghimbau kepada pemerintah kecamatan dan desa untuk mengumpulkan data agar pemerintah dapat melakukan pembinaan.

“Petani dan pedagang yang membuat tembakau iris bisa melakukan bea ceking bagus, punya merek dan pita cukai itu jadi harapan kedepan,” tandasnya

Sementara itu, Kepala Seksi Kapebeanan Cukai dan Dukungan Teknis Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Mataram Arseto Triyowingsatyo mendorong petani untuk meningkatkan kualitas produksi hasil tembakau dengan kenaikan cukai dan peningkatan kulalitas tembakau ke depannya.

“Wilayah Lombok Barat sangat berpotensi untuk meningkatkan kualitas tembakau,” ungkapnya

Eko menjelaskan, dari segi kuantitas juga belum banyak tembakau yang di taman di Lombok Barat bila dibandingkan di Lombok Tengah maupun Lombok Timur.

“Ini sangat berpotensi untuk meningkatkan kualitas tembakau, dengan meningkatkan potensi kualitas tembakau akan berdampak positif untuk meningkatkan DBHCHT sehingga bisa mensejahteraan masyarakat maupun meningkatkan perekonomian masyarakat kedepannya,” terangnya

 

Eko juga menghimbau kepada pengusaha maupun pedagang agar memproduksi hasil tembakau secara legal, dan jauhi yang bersifat ilegal.

“Sebenarnya legal itu mudah, nanti bisa datang ke kantor kami untuk persyaratan teknisnya itu sangat mudah,” imbuhnya (Ian/Mn))


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here