Pelaku Event di NTB Terus Didorong Berinovasi dengan Terapkan CHSE

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) mendorong pelaku event di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk terus berinovasi dalam penyelenggaraan event
Foto : Chief Executive Officer Aksana, Sub Koordinator Strategi Event Daerah Kemenparekraf, Vicky Apriansyah, Chief Executive Officer Gudang Mahakarya Indonesia saat konferensi pers di Hotel Sheraton Senggigi Lombok Barat, Kamis 11 November 2021 (MetroNTB/Man)

Lombok Barat, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) mendorong pelaku event di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk terus berinovasi dengan tetap menerapkan pedoman Protokol Kesehatan (Prokes) Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE).

“Alhamdulillah banyak penyelenggara event itu sudah mulai melaksanakan event dengan kita salah satunya berinovasi, banyak sekali inovasi inovasi terbaru yang sudah mereka lakukan,” ungkap Sub Koordinator Strategi Event Daerah Kemenparekraf, Vicky Apriansyah, kemarin

Ia menjelaskan penyelenggara event akibat pandemic Covid-19 telah merubah event dari offline menjadi online atau hybrid.

“Jadi kalau kita lihat sekarang, sudah mulai banyak seperti event music event-event olahraga yang tadinya diselenggarakan secara offline sekarang mereka sudah mulai mencoba berinovasi dengan situasi PKKM berubah menjadi online,” kata Vicky

Ia mencontohkan di Jakarta terakhir tahun lalu sempat ada penyelenggara event yaitu dari asosiasi promotor musik Indonesia mereka bikin event konser, nonton event tapi di dalam mobil, sehingga akan otomatis pengaturan kerumunan atau jaraknya lebih terjaga.

“Tapi itu sesuatu inovasi yang baru, jadi kita merasakan sesuatu yang baru, gimana sih nonton musik tapi kau dalam mobil, gitu ya,” ungkap Vicky

Selain itu, pihaknya sudah bekerjasama teman-teman Jazz Gunung untuk membuat acara dengan menerapkan protokol kesehatan.

Di mana mereka menonton secara hybrid, pesertanya dibatasin kurang lebih hanya sekitar 300 orang, tetapi juga ada fasilitas online buat teman-teman yang tidak bisa hadir secara langsung dengan adanya keterbatasan penonton.

Selanjutnya, pelaksanaan menerapkan protokol-protokol kesehatan mulai dari swab antigen, pengaturan alur tempat duduk, ada tim monitoring buat memakai masker

“Kami yakin kalau kita ngomongin NTB, kan banyak banget ya, makanya kenapa salah satu tujuan utama Kemenparekraf menyelenggarakan kegiatan cerpen di NTB. Kita melihat bahwa di NTB di banyak sekali event, pesona Khazanah Ramadan, ada festival Senggigi, festival Taliwang, Tambora dan WSBK,” kata Vicky (Mn/De)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here