NTB Targetkan Produksi Padi 2,1 Juta Ton

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menargetkan produksi padi mencapi 2, 1 juta ton pada musim tanam 2021/2022
Foto : Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Muhamad Riadi (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menargetkan produksi padi mencapi 2, 1 juta ton pada musim tanam 2021/2022.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Muhamad Riadi mengatakan produksi padi diperoleh dari 405 hektar lahan tanam yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

“Target tanam pada tahun 2022 untuk padi sama jagung tahun 2022 kita siapkan, sama pupuknya,” ujarnya kepada MetroNTB.com

Ia menjelaskan sasaran indikatif tanaman pangan tahun 2022 di NTB fokus pada peningkatan produksi padi dan jagung.

“Ya tetap kita dipeningkatan produksi dong, produksi padi dan jagung, tetap itu menjadi fokus utama kita, karena kita harus menyiapkan pangan untuk rakyat Indonesia 270, semua dinas pertanian di Indonesia itu focus itu, penyiapan untuk memenuhi kebutuhan pangan padi maupun jagung,” tutur Riadi

Pihaknya terus mendorong upaya-upaya peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.

“Nah cara-cara kita peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan produksi yaitu masyarakat kita bantuan benih, bantuan benih jagung ya, banyak kita alokasikan, kemudian sebagian juga yang padi, tapi tidak banyak kalok padi, karena kalok padi itu, kita di NTB sesungguhnya perbulan Juni kemarin kita sudah mandiri benih padi,” kata Riadi

Dikatakan, peningkatan kesejahteraan petani itu caranya dengan cara meningkatkan produksinya, produktivitasnya meningkatkan kemudian dengan melakukan pengolahan hasil pertanian.

Itu cara kita meningkatkan kesejahteraan mereka. Ada dua intervensi nya, pengolahan hasil kemudian meningkatkan produksi,” tuturnya

Riadi menambahkan peningkatan produksi itu caranya banyak banget diantaranya dengan menggunakan teknologi produksi yang baik seperti penggunaan benih unggul, kemudian jarak tanam yang rekomendasikan dan pemupukan, pengendalian hama penyakit juga.

“Itu yang harus diperhatikan supaya dia bisa meningkatkan produksinya. Karena kalok produksi meningkat tapi penggunaan sarana produksinya berlebihan itu kan tidak meningkat penghasilan pendapatannya,” katanya menambahkan (Mn/De)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here