Model Pembelajaran Mahasiswa PPL UIN Mataram di MTs Nurul Wathan NW Pelambik

Dosen FITK UIN Mataram : Drs H Nujumuddin, M.Pd
Foto : Dosen FITK UIN Mataram : Drs H Nujumuddin, M.Pd (MetroNTB/Ist)

Penulis : Dosen FITK UIN Mataram : Drs H Nujumuddin, M.Pd

MetroNTB.com – Siswa memiliki keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran dan merupakan subjek dan objek dari kegiatan pembelajaran. Sebagai subjek, siswa mengaktifkan daya belajar dan kemampuan mentalnya, sedangkan sebagai objek, ia merupakan sasaran yang diberikan materi kecakapan oleh pengajar.

Dan model pembelajaran menjadi salah satu motivasi belajar Alquran bagi siswa. Ini merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya.

Adapun model pembelajaran yang diterapkan selama praktik mengajar di kelas adalah model pembelajaran Ekspositori. Ekspositori adalah pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada kelompok peserta didik supaya peserta didik dapat menguasai materi secara optimal. Model ekspositori sama seperti model ceramah.

Kedua model ini menjadikan guru sebagai pemberi informasi (bahan pelajaran). Dominasi guru dalam kegiatan belajar-mengajar model ceramah lebih terpusat pada guru dari pada model ekspositori.

Pada model ekspositori siswa lebih aktif dari pada model ceramah. Siswa mengerjakan latihan soal sendiri, mungkin juga saling bertanya dan mengerjakan bersama dengan siswa lain, atau disuruh membuatnya dipapan tulis.

Metode Ekspositori adalah cara penyampaian pelajaran dari seorang guru kepada siswa di dalam kelas dengan cara berbicara di awal pelajaran, menerangkan materi dan contoh soal disertai tanya jawab.

Guru dapat memeriksa pekerjaan siswa secara individual, menerangkan lagi kepada siswa apabila dirasakan banyak siswa yang belum paham mengenai materi. Kegiatan siswa tidak hanya mendengar dan mencatat, tetapi siswa juga menyelesaikan latihan soal dan bertanya bila belum mengerti.

Kurikulum                                                                                                           

Madrasah Tsanawiyah Nurul Wathan saat ini memakai kurikulum 2013 atau K13. Muatan Kurikulum MTs Nurul Wathan meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh BSNP, Kemenag, dan muatan lokal yang di kembangkan oleh sekolah serta kegiatan pengembangan diri.

Pembelajaran setiap mata pelajaran dilaksanakan dalam suasana yang menyenangkan, kontekstual, saling menerima, menghargai, akrab, terbuka, dan saling belajar antara peserta didik dan pendidik.

Metode pembelajaran diarahkan berpusat pada siswa dengan menekankan pada pembelajaran kontekstual (CTL) dengan memperhatikan perkembangan kekinian dari berbagai aspek kehidupan.

Guru sebagai fasilitator mendorong dan memberikan ruang peserta didik untuk mengembangkan potensinya, belajar secara aktif, kreatif, dan menyenangkan serta inovatif dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK.

Satuan Pelajaran

Satuan Pelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah pegangan seorang guru dalam mengajar di dalam kelas. RPP dibuat oleh guru untuk membantunya dalam mengajar agar sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada hari tersebut.

Mempersiapkan berupa perangkat pembelajaran tentu saja sudah menjadi tugas wajib seorang pendidik, penyiapan perencanaan pembelajaran seperti RPP dan Silabus dilakukan agar apa yang menjadi sasaran dari program kurikulum 2013 serta sasaran suatu program pendidikan dapat berjalan secara optimal, terutama dapat menumbuh kembangkan potensi kemampuan peserta didik berdasarkan ranah aspek yang ada pada individu belajar.

Sebab seperti kita ketahui proses pendidikan tidak hanya transfer of knowledge, tranfer value, dan transfer of skill akan tetapi mampu mengembangkan menjadi individu yang dapat menghadapi serta memecahkan berbagai permasalahan dalam kehidupannya, dengan kata lain dapat memiliki keterampilan hidup, seperti keterampilan hidup, sosial, ekonomi, politik dan keterampilan budaya.

Penampilan Mengajar

Seperti yang dijelaskan diatas, yaitu model pembelajaran yang diterapkan ialah model Ekspositori. Pembelajaran ekspositori berbeda dengan ceramah. Perbedaan pembelajaran ekspositori dengan ceramah adalah dominasi guru yang dikurangai. Pada pembelajaran ekspositori guru hanya memberikan informasi pada waktu-waktu tertentu yang diperlukan siswa.

Adapun rangkaian-rangkaian proses pembelajaran yang menggunakan model ekspositori ialah, pertama yang harus dilakukan yakni langkap persiapan. Langkah persiapan berkaitan dengan persiapan siswa untuk menerima pelajaran. Persiapan merupakan langkah yang sangat penting.

Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi ekspositori sangat tergantung pada langkah persiapan. Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persiapan di antaranya adalah memberikan motivasi dan memulai pelajaran dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai.

Selanjutnya ialah langkah penyajian. Langkah penyajian adalah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Yang harus dipikirkan oleh setiap guru dalam penyajian adalah bagaimana agar materi pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa.

Oleh karena, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan langkah ini, yaitu penggunaan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa, intonasi suara yang tepat, dan menjaga kontak mata dengan siswa.

Setelah langkah penyajian sudah terlaksana, maka langkah selanjutnya ialah langkah korelasi. Langkah korelasi adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa. Lalu dilanjutkan dengan menyimpulkan.

Langkah menyimpulkan merupakan langkah untuk memahami inti dari materi pelajaran yang telah disajikan. Langkah ini sangat penting karena siswa akan dapat mengambil inti sari dari proses pembelajaran yang telah dilakukan.

Dan langkah terahir ialah langkah penerapan. Langkah penerapan adalah unjuk kemampuan siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Penerapan sangat penting karena melalui langkah ini guru akan dapat mengumpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa.

Teknik yang biasa dilakukan pada langkah ini adalah dengan membuat tugas yang relevan dengan materi yang telah disajikan dan memberikan tes yang sesuai dengan materi pelajaran yang telah disajikan.

Disini penulis membagikan beberapa kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 orang, tugas mereka adalah mendiskusikan kembali apa yang sebelumnya guru sampaikan kemudian mereka mempresentasikan hasil diskusi mereka didepan teman-temanya. Guru juga bisa memberikan tugas berupa proyek atau produk sesuai dengan materi (*) 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here