INDEF : BukuWarung Berhasil Tingkatkan Produktivitas Pelaku UMKM

Narasumber acara Virtual Media Session: “Kontribusi BukuWarung Terhadap Akselerasi UMKM dan Perekonomian Indonesia”, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, Deputi Usaha Mikro Kemenkop UMKM, Eddy Satriya, Peneliti INDEF, Nailul Huda, Peneliti INDEF, Head of Marketing BukuWarung, Ika Paramita, Kamis 18 November 2021
Foto : Narasumber acara Virtual Media Session: “Kontribusi BukuWarung Terhadap Akselerasi UMKM dan Perekonomian Indonesia”, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, Deputi Usaha Mikro Kemenkop UMKM, Eddy Satriya, Peneliti INDEF, Nailul Huda, Peneliti INDEF, Head of Marketing BukuWarung, Ika Paramita, Kamis 18 November 2021 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Aktivitas pencatatan keuangan digital ternyata memiliki dampak besar terhadap percepatan produktivitas UMKM Indonesia, bahkan berkontribusi pada perekonomian nasional.

Hasil studi terbaru dari Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi BukuWarung yang memiliki fitur utama pencatatan keuangan digital telah berhasil meningkatkan produktivitas pelaku UMKM sehingga menambah output usaha sebesar Rp 640 miliar, atau setara dengan PDB UMKM 0,01 persen.

BukuWarung juga berandil mengakselerasi output ekonomi nasional hingga Rp 32,86 triliun, setara dengan PDB Nasional 0,27 persen, serta menambah nilai investasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp 2,32 triliun atau berkontribusi atas peningkatan investasi nasional sebesar 47,07 persen.

Dua tahun berdiri, BukuWarung telah digunakan oleh 6,5 juta pelaku UMKM.

Aktivitas pencatatan keuangan digital mampu memberikan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp32,86 triliun atau 0,27 persen dari PDB nasional.

Aktivitas pencatatan keuangan digital juga meningkatkan pendapatan pelaku usaha sebesar Rp 10,97 triliun dan penyerapan tenaga kerja 368 ribu jiwa.

Dari aspek UMKM, BukuWarung menambah output produktivitas sebesar Rp 640 miliar dan mendorong penyerapan tenaga kerja di pelaku UMKM sebanyak 78 ribu jiwa

Studi  mengenai “Dampak Aktivitas Ekonomi Aplikasi BukuWarung terhadap Perekonomian Nasional dan UMKM” itu juga memperlihatkan adanya perubahan pada aspek sosial.

“Adanya aktivitas BukuWarung membuat pendapatan pelaku usaha secara total mengalami kenaikan sejumlah Rp 10,97 triliun dan mendorong penyerapan tenaga kerja sebanyak 368 ribu jiwa,” ujar Peneliti INDEF, Nailul Huda

Lebih lanjut, Huda menerangkan seiring dengan membaiknya situasi COVID-19 di Indonesia, output ekonomi nasional mengalami peningkatan hingga Rp 138 triliun.

“Adanya penerapan teknologi yang ditawarkan BukuWarung, seperti pencatatan keuangan digital, semakin mengakselerasi output tersebut, bahkan mencapai Rp 170 triliun,” jelasnya

Dampak output terbesar dirasakan oleh sektor jasa lainnya (Rp 8,8 triliun), sektor pertanian (Rp 6,9 triliun), sektor jasa konsultasi komputer dan teknologi informasi (Rp 6,8 triliun), sektor ketenagalistrikan (Rp 1,6 triliun), serta sektor perdagangan besar dan ritel (Rp 1,6 triliun).

“Pelaku UMKM yang terdaftar sebagai pengguna BukuWarung mendapatkan manfaat yang signifikan seperti peningkatan produktivitas, pencatatan yang lebih terintegrasi dan lebih rapi, termasuk keuntungan atau kerugian dari bisnisnya, serta perluasan pangsa pasar. Peningkatan produktivitas berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha, penyerapan tenaga kerja, dan pengajuan kredit UMKM,” lanjut Huda.

Adanya pencatatan pembukuan yang lebih baik menjadikan UMKM tersebut memiliki nilai lebih untuk mengajukan pendanaan sehingga mendorong kredit UMKM sebesar Rp 1,14 triliun.

“Temuan-temuan itu merupakan rumusan berdasarkan penelitian INDEF yang berlangsung selama 1 September-15 November 2021,” ungkapnya

Huda mengatakan, metode penelitian menggabungkan desk study melalui jurnal, laporan lembaga dan dokumen-dokumen lain dengan sumber yang relevan dan kredibel, serta in-depth interview dengan pengguna BukuWarung dan analisis input output.

Dari aspek UMKM, BukuWarung memberi manfaat terbesar pada pelaku usaha di bidang perdagangan eceran dan besar. BukuWarung mampu menambah output UMKM sektor perdagangan sebesar Rp 193 miliar, serta sektor penyedia jasa pembayaran listrik, gas, dan air (PPOB) yang mencapai Rp 97,5 miliar.

Selain itu, BukuWarung menambah penyerapan tenaga kerja UMKM sebesar 78 ribu tenaga kerja, atau tumbuh sebesar 22,63 persen.  Penyerapan tenaga kerja UMKM paling besar terjadi pada sektor pertanian (30 ribu jiwa) dan perdagangan (7,3 ribu jiwa).

“Peran BukuWarung juga semakin berarti di tengah tantangan ekonomi akibat mewabahnya COVID-19,” tambah Huda

Studi juga mengungkap bahwa sembilan dari sepuluh pengguna BukuWarung bergabung selama pandemi berlangsung. Selain itu, delapan dari sepuluh pengguna BukuWarung merasa adanya peningkatan literasi digital dengan memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan setelah menggunakan BukuWarung dan mendapatkan sosialisasi baik secara online maupun offline.

Menanggapi hasil studi INDEF tersebut, Head of Marketing BukuWarung Ika Paramita menyebutkan UMKM menjadi fokus BukuWarung mengingat peran krusialnya terhadap perekonomian Indonesia.

Menurutnya, hasil studi bersama INDEF ini membuktikan bahwa BukuWarung telah berada pada jalur dan arah yang tepat untuk memajukan UMKM di Tanah Air.

“Kami tak akan berhenti di sini. Sebaliknya, kami justru semakin siap mengembangkan bisnis dan layanan guna semakin memperkuat peran BukuWarung dalam memberdayakan UMKM dan berkontribusi memajukan perekonomian Indonesia,” tegasnya

Berdiri pada 2019, BukuWarung merupakan perusahaan teknologi penyedia ekosistem finansial digital yang berkomitmen membantu pelaku UMKM di Indonesia dalam pengelolaan dan pengembangan bisnis secara efisien.

BukuWarung telah menggaet 6,5 juta UMKM pengguna dengan berbagai layanan unggulan, dari awalnya berfokus pada pencatatan keuangan digital, kemudian berkembang hingga penjualan, pembayaran bahkan pembiayaan online (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here