Hebat ! Mahasiswa UNHAM Hasilkan Dua Karya Inovasi Berbasis IOT melalui PKKM

Mahasiswa Universitas Hamzanwadi berhasil menunjukkan produk inovasi teknologi buatannya, setelah berbulan-bulan belajar dan melakukan eksperimen di STIPark Banyumulek Lombok Barat lewat Magang Industri Program Kompetsi Kampus Merdeka (PKKM)
Foto : Mahasiswa Universitas Hamzanwadi berhasil menunjukkan produk inovasi teknologi buatannya, setelah berbulan-bulan belajar dan melakukan eksperimen di STIPark Banyumulek Lombok Barat lewat Magang Industri Program Kompetsi Kampus Merdeka (PKKM) (MetroNTB/Ist)

Lombok Timur, MetroNTB.com – Mahasiswa Universitas Hamzanwadi berhasil menunjukkan produk inovasi teknologi buatannya, setelah berbulan-bulan belajar dan melakukan eksperimen di STIPark Banyumulek Lombok Barat lewat Magang Industri Program Kompetsi Kampus Merdeka (PKKM).

Dihadapan para kepala organisasi perangkat daerah selingkungan Pemprov NTB, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika itu diberikan mempresentasikan karyanya berupa Self E-Monitoring (Selmo) dan Hidroponik Monitoring (Himo).

Selain melakukan presentasi, sepuluh mahasiswa yang ikut magang itu langsung meluncurkan kedua karya inovasi berbasis Internet of things (IoT) di hadapan para petinggi tinggi selingkungan Pemprov NTB, kemarin.

Presentator acara, Ahmad Panurrizqi mengatakan, Himo merupakan inovasi hidroponik berbasis IoT mampu memantau data yang dibutuhkan oleh hidroponik (tanaman air) secara Realtime dengan kemudahan untuk mempersingkat tenaga dan waktu secara efisien.

Termasuk m penelitian pertumbuhan tanaman dengan data yang dapat diunduh secara berkala untuk perkembangan secara akurat, yang langsung terintegrasi dengan Android System melalu Aplikasi Farm IoT.

Ia menegaskan, SELMO Project untuk memonitoring pasien isolasi mandiri jarak jauh secara realtime, dengan memanfaatkan jaringan internet sebagai transformasi data sehingga memberikan kecepatan pengiriman data dan memberikan keefesienan waktu dan jarak, sehingga analisa untuk pengambilan keputusan penanggulangan lebih akurat.

Ketua Taskforce PKKM Universitas Hamzanwadi Dr Padlurrahman menyampaikan, karya itu patut diapresiasi. Mereka mampu menghasilkan dua karya inovasi berbasis IOT yakni selmo dan himo, hanya dalam kurun waktu ± 4 bulan.

“Kami berharap, karya mahasiswa yang magang di STIPark NTB dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan NTB Gemilang. Tidak kalah pentingnya, bisa membawa nama baik kampus di kancah nasional,” ujarnya

Padlurrahman. juga menambahkan, ikhtiar kampus untuk menjemput visi misi terus dikuatkan melalui berbagai sinergi.

“Makanya, kami terus bekerja membangun dan mengaktifkan jejaring yang ada, agar kampus ini mampu bersaing dengan kampus lain di Indonesia,” ulasnya.

Saat ini kampus telah mengandeng berbagai lembaga atau instansi untuk menjalin kerja sama. Tidak hanya lembaga pemerintah namun swasta. Termasuk para pelaku bisnis.

Kepala UPTD STIPark NTB Roni Yuhaeri berharap sgar karya yang dihasilkan mampu dikembangkan lebih lanjut lagi, sekaligus untuk mengasah skill mahasiswa dan meningkatkan kualitas kampus serta mampu bersaing di era globalisasi (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here