BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program JKK dan JKM Bagi Pekerja BPU

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK NTB Adventus Edison Souhuwat
Foto : Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK NTB Adventus Edison Souhuwat (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK NTB menyiapkan program bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK NTB Adventus Edison Souhuwat menyebutkan yang termasuk BPU yaitu pekerja yang melakukan kegiatan usaha ekonomi secara mandiri untuk memperolah penghasilan dari kegiatan usahanya tersebut.

Jaminan Kecelakaa n Kerja (JKK)

Dikatakan, yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) BPJS Ketenagakerjaan itu pekerja informal, seperti penjual di pasar, supir cidomo, ojek, petani, nelayan, buruh bangunan.

“Mereka-mereka ini bagaimana meyakinkan mereka bahwa cukup dengan Rp 16.800 sebulan, mendapatkan itu perlindungan BPJAMSOSTEK dua program dari empat buah jaminan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” tuturnya

Adventus menerangkan dari iuran RP 16.800. Rp 10.000 Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). 6. 800 Jaminan Kematian (JKM). Apa manfaatnya dia dapat? Kalau dia contoh penjual di pasar, pagi-pagi subuh-subuh sudah ke pasar, masih ngantuk ngantuk, terjadi resiko kecelakaan masuk rumah sakit.

“Itu fasilitas kelas 1 rumah sakit pemerintah dengan iuran RP 10.000. Biaya yang timbul, yang keluar untuk selama perawatan, itu tanggungan BPJS Ketenagakerjaan, tidak ada batasnya sesuai indikasi kecelakaan sampai sembuh,” terangnya

Apalagi manfaatnya? lanjut Adventus selama dia belum bisa bekerja karena kecelakaan, harus nginap, dirawat belum bisa kerja. Upahnya setiap bulan selama 1 tahun setiap bulan 1 juta dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Lewat 1 tahun, berdasarkan keterangan dokter belum bisa bisa kerja. 50 persen gajinya Rp 500.000 setiap bulan sampai sembuh. Mau 30 tahun lagi dia sembuh, ya Rp 500.000 setiap bulan.

“Itu dengan iuran Rp 10.000. Selain itu, misalkan karena kecelakaan cacat, ada santunan cacat, kakinya diamputasi. Selain santunan cacat, dia mendapatkan dapat lagi kaki palsu,” terangnya

Terus apalagi manfaat iuran Rp 10.000, kecelakaan resikonya tiba-tiba meninggal. Berapa santunannya ? yang ditinggalkan kepada ahli waris. Itu 48 juta yang ditinggalkan kepada ahli waris dari iuran Rp 16.800.

Apa lagi? Anaknya 2 orang mendapatkan beasiswa totalnya 174 juta. Bagaimana mekanismenya pembayarannya, dibayarkan setiap tahun untuk anak SD setiap tahun 1,5 juta.

“Setiap tahun cair 1,5 juta untuk tingkat SD. Untuk SMP 2 juta setiap tahun. SMA 3 juta, untuk kuliah 12 juta setiap tahun sampai lulus. Hanya sampai S1,” kata

Jaminan Kematian (JKM)

Jaminan Kematian (JKM) apa manfaatnya? kalau dia meninggal bukan karena kecelakaan tidak ada hubungan kerja, tiba-tiba dia pulang tidur terus meninggal.

“Itu santunannya 42 juta atau dia ada masalah dengan pacarnya dia gantung diri atau tidak masalah atau dia dibunuh oleh orang atau dia gantung diri. Itu 42 juta. kata Adventus

Beasiswanya dapat? dapat apabila sudah jadi peserta di BPJAMSOSTEK 3 tahun. Itu dapat beasiswa kalau meninggal biasa bukan karena kecelakaan. Tapi kalau yang Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Hari ini daftar, besok kecelakaan meninggal anaknya dapat beasiswa,” kata Adventus menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here