Baru Dua Tahun, BukuWarung Digunakan 6,5 Pelaku UMKM

Narasumber acara Virtual Media Session: “Kontribusi BukuWarung Terhadap Akselerasi UMKM dan Perekonomian Indonesia”, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, Deputi Usaha Mikro Kemenkop UMKM, Eddy Satriya, Peneliti INDEF, Nailul Huda, Peneliti INDEF, Head of Marketing BukuWarung, Ika Paramita, Kamis 18 November 2021
Foto : Narasumber acara Virtual Media Session: “Kontribusi BukuWarung Terhadap Akselerasi UMKM dan Perekonomian Indonesia”, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, Deputi Usaha Mikro Kemenkop UMKM, Eddy Satriya, Peneliti INDEF, Nailul Huda, Peneliti INDEF, Head of Marketing BukuWarung, Ika Paramita, Kamis 18 November 2021 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Dua tahun berdiri, BukuWarung telah digunakan oleh 6,5 juta pelaku UMKM

Head of Marketing BukuWarung Ika Paramita mengungkan bahwa UMKM menjadi fokus BukuWarung mengingat peran krusialnya terhadap perekonomian Indonesia.

Menurutnya, hasil studi bersama INDEF membuktikan bahwa BukuWarung telah berada pada jalur dan arah yang tepat untuk memajukan UMKM di Tanah Air.

“Kami tak akan berhenti di sini. Sebaliknya, kami justru semakin siap mengembangkan bisnis dan layanan guna semakin memperkuat peran BukuWarung dalam memberdayakan UMKM dan berkontribusi memajukan perekonomian Indonesia,” ungkap Ika sesi temu media secara daring yang diadakan oleh BukuWarung pada Kamis 11 November 2021

Berdiri pada 2019, lanjutnya BukuWarung merupakan perusahaan teknologi penyedia ekosistem finansial digital yang berkomitmen membantu pelaku UMKM di Indonesia dalam pengelolaan dan pengembangan bisnis secara efisien.

“BukuWarung telah menggaet 6,5 juta UMKM pengguna dengan berbagai layanan unggulan dari awalnya berfokus pada pencatatan keuangan digital, kemudian berkembang hingga penjualan, pembayaran bahkan pembiayaan online,” tutur Ika

Menurutnya, dari aspek UMKM, BukuWarung memberi manfaat terbesar pada pelaku usaha di bidang perdagangan eceran dan besar.

“BukuWarung mampu menambah output UMKM sektor perdagangan sebesar Rp 193 miliar, serta sektor penyedia jasa pembayaran listrik, gas, dan air (PPOB) yang mencapai Rp 97,5 miliar,” ulasnya

Selain itu, BukuWarung menambah penyerapan tenaga kerja UMKM sebesar 78 ribu tenaga kerja, atau tumbuh sebesar 22,63 persen.

“Penyerapan tenaga kerja UMKM paling besar terjadi pada sektor pertanian (30 ribu jiwa) dan perdagangan (7,3 ribu jiwa),” terang Ika

Lebih jauh, peran BukuWarung juga semakin berarti di tengah tantangan ekonomi akibat mewabahnya COVID-19.

“Studi juga mengungkap bahwa sembilan dari sepuluh pengguna BukuWarung bergabung selama pandemi berlangsung,” katanya

Selain itu, delapan dari sepuluh pengguna BukuWarung merasa adanya peningkatan literasi digital dengan memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan setelah menggunakan BukuWarung dan mendapatkan sosialisasi baik secara online maupun offline (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here