OJK Gelar Gebyar Inklusi Keuangan NTB Gemilang di Lombok Utara

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Gebyar Inklusi Keuangan NTB Gemilang, yang dirangkaikan dengan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lombok Utara, bertempat di Aula RSUD Kabupaten Lombok Utara, Selasa 2021
Foto : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Gebyar Inklusi Keuangan NTB Gemilang, yang dirangkaikan dengan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lombok Utara, bertempat di Aula RSUD Kabupaten Lombok Utara, Selasa 2021 (MetroNTB/Ist)

Lombok Utara, MetroNTB.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Gebyar Inklusi Keuangan NTB Gemilang, yang dirangkaikan dengan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lombok Utara, bertempat di Aula RSUD Kabupaten Lombok Utara, Selasa 2021

“Ini tentunya tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya dukungan dari bapak Gubernur dan bapak/ibu semua,” ungkap Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Komsumen Tirta Segara

Dalam kesempatan tersebut, Tirta menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, serta terlibat dalam menyiapkan pelaksanaan kegiatan yang penting ini.

“Semoga kerjasama dan sinergi yang baik ini dapat terus ditingkatkan, demi mewujudkan industri jasa keuangan yang stabil, dan mampu berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Prov Nusa Tenggara Barat, khususnya dalam masa Pandemi saat ini,” tuturnya

Pihaknya menyambut baik pelaksanaan ‘Gebyar Inklusi Keuangan NTB Gemilang’ terutama 2 program inklusi keuangan yang sangat penting dalam memperluas akses keuangan dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

“Sampel Kota Mataram (79,6%) dan Kab. Lombok Timur (45,8%) 2 Sampel Kota Mataram (39,8%) dan Kab. Lombok Timur (29,5%),” ungkapnya

Tirta mengatakan, OJK juga menginginkan sektor jasa keuangan yang inklusif bagi semua golongan masyarakat, termasuk pelajar.

Untuk itu, OJK terus berupaya melaksanakan program inklusi keuangan dalam rangka mendekatkan pelajar Indonesia dengan produk dan layanan keuangan formal.

“Dalam rangka menanamkan budaya menabung sejak dini, OJK bersama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, dan Kementerian Agama, telah meluncurkan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Kita berharap, dengan Satu Rekening Satu Pelajar, setiap pelajar di Indonesia akan memiliki rekening tabungan,” terangnya

Tirta percaya bahwa pendidikan karakter yang dimulai sejak dini akan membuahkan kebiasaan baik yang tidak mudah hilang. Meskipun nilainya secara individual kecil, tapi mengajarkan kebiasaan menabung untuk masa depan akan membentuk karakter yang sangat kuat bagi pelajar.

“Kita mengharapkan, para generasi penerus bangsa akan mempunyai cara pandang yang berbeda, yaitu cara pandang untuk merencanakan hidup mereka ke depan, dan bukan generasi yang serba instan. Oleh karena itu, kami sangat menyambut baik program pembukaan 5.700 rekening pelajar bersama PT Bank NTB Syariah, sebagai salah satu tindak lanjut Surat Edaran Gubernur, dalam rangka mendukung program Kejar,” katanya menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here