Inklusi dan Literasi Keuangan NTB Masih Rendah

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Komsumen Tirta Segara mengungkapkan tingkat inklusi keuangan provinsi Nusa Tenggara Barat masih rendah
Foto : Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Komsumen Tirta Segara (MetroNTB/Man)

Lombok Utara, MetroNTB.com – Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Komsumen Tirta Segara mengungkapkan tingkat inklusi keuangan provinsi Nusa Tenggara Barat masih rendah.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur, tingkat inklusi keuangan nasional tahun 2019 adalah 76%, atau berada di atas target sebesar 75%. Namun demikian, tingkat inklusi keuangan provinsi Nusa Tenggara Barat masih di bawah tingkat inklusi nasional, yaitu sebesar 62,7%,” ungkapnya saat memberikan sambutan pada acara Gebyar Inklusi Keuangan NTB Gemilang, bertempat di Aula RSUD Kabupaten Lombok Utara, Selasa 2021

Selain itu, tingginya tingkat inklusi ini juga tidak diikuti dengan tingkat pemahaman masyarakat akan produk keuangan, atau memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah.

“Tingkat literasi keuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 34,6%2, lebih rendah dibandingkan tingkat literasi nasional sebesar 38%,” tutur Tirta

Oleh karena itu, lanjutnya segala upaya untuk mengakselerasi inklusi keuangan yang merata dan menjangkau masyarakat terdepan, terluar, dan tertinggal, dan dibarengi dengan upaya peningkatan literasi keuangan, menjadi sangat penting dan strategis.

Seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan, baik Pemerintah Daerah, OJK, Bank Indonesia, maupun Industri Jasa Keuangan, ditantang untuk bersinergi dalam menyediakan layanan keuangan yang paling tidak memiliki 3 karakteristik, yaitu accessible, flexible, dan affordable. (Pelaksanaan BIK 2021) Bapak Gubernur, Bapak Ibu sekalian yang berbahagia,

“Sebagai salah satu upaya mendekatkan masyarakat dengan produk dan layanan keuangan, sejak tahun 2016, OJK bersama-sama dengan Kementerian/Lembaga dan Lembaga Jasa Keuangan, telah menginisiasi penyelenggaraan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) setiap Bulan Oktober, sebagai agenda nasional,” kata dia

Pelakanaan Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2021 ini akan mengangkat tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Bangkitkan Ekonomi Bangsa”. Kegiatan BIK ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai tanggal 1 sd. 31 Oktober 2021.

Sebagai rangkaian BIK 2021, salah satu agenda acara yang akan dilakukan adalah pameran produk dan layanan keuangan atau Financial Expo (FinExpo) BIK, yang diinisiasi oleh Industri Jasa Keuangan.

FinExpo BIK 2021 akan digelar secara virtual pada tanggal 18 Oktober s.d. 2 November 2021, yang dapat diakses melalui website dan mobile phone pada alamat www.finexpo-bik2021.id. (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here