Putuskan Kontrak GTI, Keputusan bijak Gubernur “Cahaya di Ujung Trowongan”

Gubernur NTB Zulkieflimansyah kembali mengingatkan bahwa pemerintah dan pengusaha tidak boleh feudal
Foto : Gubernur NTB Zulkieflimansyah (MetroNTB/Ist)

Mataram , MetroNTB.com – “Akan ada cahaya di ujung Terowongan” begitulah yang khas dan selalu di ucap sosok Gubernur NTB Zulkieflimansyah, yang kini telah membawa Provinsi dengan julukan Bumi Beribu Masjid ini lebih dewasa menyikapi segala problematika daerah yang terjadi sepanjang kepemimpinannya.

Betapa tidak, baginya selalu ada jalan keluar dengan keputusan bijak pada setiap permasalahan yang terjadi.

Komitmennya untuk selalu berpihak pada rakyat telah teruji nyata, banyak masalah yang mengundang reaksi selalu disikapi dengan mengutamakan kepentingan bernilai adil, baik bagi masyarakatnya juga bagi daerah. Seperti permasalahan yang baru – baru ini terjadi, yakni sengketa investasi dikawasan pariwisata tersohor Gili Trawangan Indah (GTI).

Masyarakat dicengangkan dengan keputusan yang diambil Gubernur yang akrab disapa Bang Zull tersebut. Keputusan untuk memutus kontrak dengan PT. GTI tentunya bukan sembarang ucap, karena telah melalui kajian mendalam dengan mempertimbangkan berbagai hal.

Sehingga dengan keputusan itu pengelolaan GTI sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah Provinsi NTB, dan akan dikelola seluas – luasnya untuk kepentingan serta kesejahteraan masyarakat NTB.

Nantinya kebijakan ini akan memberi efek sosial yang sangat tinggi, dimana partisipasi bersama dalam mengelola GTI akan sangat terasa dirasakan oleh masyarakat, dan hal ini sesuai dengan yang selalu diungkapkannya bahwa apa artinya pembangunan jika masyarakat tidak merasakan hasilnya.

Belum lama ini juga, langkah berani diambil pemerintah provinsi NTB untuk menyehatkan keuangan daerah yang terus terkoreksi serius oleh dua kejadian luar biasa yang menimpa NTB.

Setelah bencana gempa bumi yang menguras kantung ekonomi daerah beberapa tahun lalu, kini bencana pandemi Covid-19 kembali melesukan perekonomian daerah yang baru saja melangkah tumbuh (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here