OJK NTB Mengecam Aksi Penagihan Debt Collector dengan Arogan

Kepala OJK NTB Rico Rinaldy
Foto : Kepala OJK NTB Rico Rinaldy (MetroNTB/Wildan)

Mataram, MetroNTB.com – Kasus penarikan kendaraan dengan ancaman kekerasan di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat menjadi sorotan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

“OJK tegas melarang penarikan kendaraan dengan kekerasan,” tegas Kepala OJK NTB Rico Rinaldy melalui keterangan tertulis yang diterima MetroNTB.com, Selasa 28 September 2021

Ia menerangkan OJK sudah melakukan pemanggilan kepada pimpinan SMS Finance beserta Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan (APPI) FKD NTB.

“Pada pertemuan yang dilaksanakan Senin, 27 September 2021 kemarin, penagihan dilakukan oleh PT. Ninaga Cilinaya Sejahtera selaku pelaku jasa penagihan yang bekerjasama dengan SMS Finance,” terangnya

Rico mengungkapkan debt collector turun  setelah penagihan dan komunikasi dengan nasabah tidak lancar.

“OJK mengecam keras aksi penagihan yang dilakukan secara intimidatif dan arogan dengan menunjukkan senjata api atau senjata tajam,” tegasnya

Rico menghimbau penagihan harus dilakukan dengan cara yang humanis, elegan, dan jauh dari bentuk kekerasan fisik dan verbal.

“Sanksi berupa teguran keras telah diberikan kepada finance di pertemuan tersebut,” tuturnya

OJK juga meminta APPI selaku asosiasi agar senantiasa mengingatkan anggotanya, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kedepan, finance diminta membuka ruang komunikasi yang baik dengan pihak nasabah, sehingga solusi kredit bermasalah dapat dipecahkan bersama,” kata Rico menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here