Gubernur NTB Dorong OJK dan FKIJK Gunakan Produk Lokal

Gubernur Zulkieflimansyah mendorong Otorotas Jasa Keuangan (OJK) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB menggunakan produk lokal
Foto : Gubernur Zulkieflimansyah didampingi Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTB Rico Rinaldy saat acara penyerahan bantuan sosial FKIJK NTB kepada Masyarakat Terdampak Covid - 19 bersama kepala OJK, di GOR Bank Mandiri Jalan langko Mataram, Sabtu 11 September 2021 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Gubernur Zulkieflimansyah mendorong Otorotas Jasa Keuangan (OJK) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB menggunakan produk local.

“Pimpinan Asosiasi dan Industri Jasa Keuangan dan donatur bansos Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB, kedepan lebih banyak menggunakan produk UMKM lokal untuk paket bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19,” ujarnya saat acara penyerahan bantuan sosial FKIJK NTB kepada Masyarakat Terdampak Covid – 19 bersama kepala OJK, di GOR Bank Mandiri Jalan langko Mataram, Sabtu 11 September 2021

Menurutnya, penggunaan produk UMKM di daerah sendiri, sebagai bagian dari bela beli produk lokal yang sedang digaungkan. Sering dalam ilmu ekonomi, apabila membeli sebuah prodak harus kualitasnya lebih bagus dan harganya lebih kompetitif.

“Padahal dalam kenyataannya ada yang lebih penting, yaitu biaya pembelajaran (coast of learning),” tutur Bang Zul

Ia mengungkapkan pengalaman Jaringan Pengamanan Sosial (JPS), masyarakat dan UMKM di NTB tidak hanya bisa membuat masker dan produk lain, mampu melahirkan produk yang inovatif dan kreatif, dari pendalaman struktur terhadap prodak-prodak yang lebih canggih teknologinya.

“Selama ini, kita bukan tidak mampu memasarkan produk lokal tetapi kita tidak mampu bersaing dengan prodak yang diproduksi dalam skala yang lebih besar,” ungkapnya

Sehingga, institusi keuangan selalu mereduksi pengertian teknologi sebatas fungsi produksi kalau dalam ilmu ekonomi neo classik.  Padahal prodak UMKM, setelah dibeli oleh pemerintah, prodaknya jauh lebih variatif, tidak hanya memproduksi masker, namun mampu memproduksi sabun, minyak goreng, hand sanitezer, abon, gula, ikan asin kemasan, beras dan sebagainya.

“Cuma selama ini, tidak ada yang memberikan apresiasi,” cetus Bang Zul

Setelah diberikan apresiasi dan produknya dipakai, lanjutnya UMKM lokal lebih percaya diri dan lebih kretif dan terus belajar meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Oleh sebab itu, costnya bisa ditekan seiring dengan skala produksinya.

“Mudah-mudahan kalau institusi keuangan dan lembaga keungan mulai memikirkan ini, maka dengan dengan sendirinya ekonomi lokal akan lebih baik. Jadi secara otomatis, akan tercipta lapangan pekerjaan, mengatasi kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat di NTB,” imbuhnya

“Kita harus menjadi tuan rumah ditempat kita sendiri, mengurangi prodak-prodak dari luar, hanya dengan cara itu, munculnya industri lokal menjadi nyata,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTB Rico Rinaldy mengatakan kedepan akan memprioritaskan produk UMKM lokal.

“Kendalanya kemarin, karena keterbatan waktu saja, cuma kita sudah memikirkannya untuk mendorong dan menggunakan produk lokal,” tambahnya (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here