DPRD Loteng Ungkap Penyebab Petani Tembakau Merugi

DPRD Kabupaten Lombok Tengah mengungkapkan penyebab petani tembakau di Loteng mengalami kerugian
Foto : Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah Ahmad Rifa'i (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – DPRD Kabupaten Lombok Tengah mengungkapkan penyebab petani tembakau di Loteng mengalami kerugian

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah Ahmad Rifa’i menyebutkan beberapa kendala yang penyebabkan petani tembakau tahun ini mengalami kerugian.

“Kendalanya hujan mengakibatkan daun tembakau menghitam ketika di open, kesalahan pola tanam masyarakat dan harga pupuk yang mahal dan langka,” ungkapnya saat dikonfirmasi MetroNTB.com, Rabu 15 September 2021

Selain itu juga yang menyebabkan petani tembakau merugi juga disebabkan karena harga dari mengalami penurunan drastis

Pada tahun 2019 sampai 2020 yang lalu harga tembakau bisa mencapai Rp. 4,5 jt sampai dengan Rp. 4,7 jt perkwintal.

“Untuk tahun ini tembakau super saja harga hanya Rp 4,1 juta. Untuk harga tembakau yang kurang bagus dulu harganya bisa mencapai Rp. 15.000 perkilogram sedangkan sekarang hanya Rp 5000 saja,” tutur Rifa’i

Melihat situasi dan kondisi sekarang ini, pihaknya menyarankan masyarakat untuk mencoba beralih tanam ketika keadaan tidak memungkinkan untuk menanam tembakau dan ini sebagai solusi

“Kita akan mendorong masyarakat untuk beralih tanam. Sekarang petani tembakau sedang merugi, mudah – mudahan tahun besok petani kita tidak sampai gulung tikar,” cetusnya

Petani yang mengalami kerugian saat ini adalah petani yang tidak bermitra dengan perusahaan, sehingga mereka tidak tau mau menjual kemana.

“Solusi untuk petani yang belum bermitra ini agak susah. Kebutuhan perusahaan juga terbatas. Kalau kita bermitra dengan perusahaan yang kecil harganya tidak menjamin sedangkan perusahaan yang menjamin di Lombok ini hanya PT. Djarum dan Bentoel,” kata Rifa’I menambahkan (Zan/De)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here