Rumah Sakit Mandalika “Disegel” Pemuda Sengkol Tuntut Lapangan Pengganti

Ratusan pemuda desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah menggelar aksi demonstrasi penyegelan Rumah Sakit Mandalika untuk menuntut pengganti lapangan sepak bola yang saat ini lapangan tersebut sudah di bangun Rumah Sakit Mandalika
Foto : Ratusan pemuda desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah menggelar aksi demonstrasi penyegelan Rumah Sakit Mandalika untuk menuntut pengganti lapangan sepak bola yang saat ini lapangan tersebut sudah di bangun Rumah Sakit Mandalika (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Ratusan pemuda desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah menggelar aksi demonstrasi penyegelan Rumah Sakit Mandalika untuk menuntut pengganti lapangan sepak bola yang saat ini lapangan tersebut sudah di bangun Rumah Sakit Mandalika

Penyegelan Rumah Sakit Mandalika ini merupakan buntut dari kekesalan pemuda setempat karena tidak kejelasan dari Pemerintah Loteng terkait dengan lapangan pengganti yang sudah dijanjikan

Kordinator lapangan aksi Dita Putra mengatakan, sebelum demonstrasi dilakukan, pihaknya membeberkan sempat berkunjung ke pemerintah daerah Loteng untuk meminta kejelasan

“Pemda berjanji akan menganggarkan untuk pembangunan lapangan pengganti di anggaran perubahan tapi kenyataannya sampai saat ini tidak masuk pada anggaran perubahan,” ungkapnya

Dikatakan, lahan pengganti untuk pembangunan lapangan juga sampai saat ini belum jelas. Menurutnya lapangan ini sangat penting bagi masyarakat dan khsusunya pemuda.

“Kami menginginkan kejelasan dari lokasi tanah untuk pembangunan lapangan pengganti ini. Kami akan segel Rumah Sakit ini jika tidak ada kejelasan dari Pemda Loteng,” terang Dita

Adapun luas lapangan yang di gusur dan dijadikan Rumah Sakit ini, ia melanjutkan sekitar 1,8 hektar

“Kita menuntut adanya lapangan, dan kejelasan lapangan pengganti dari lapangan yang sudah dibangun rumah sakit. Kami masyarakat dan pemuda Sengkol menginginkan lapangan pengganti ini ada di desa Sengkol dan menolak pembangunan lapangan di luar desa Sengkol,” tegasya

Sementara itu, salah satu warga Amaq Ketujur sapaan akrabnya mengatakan akan menyegek Rumah Sakit  Mandalika sampai ada lapangan pengganti

“Kami tidak butuh janji kami butuh bukti karena besok pasti akan bohong lagi,” teriaknya

Sementara, PLT Kepala Dinas Dispora Jalaludin mengatakan, terkait dengan persoalan lapangan pengganti tentu Pemerintah mempunyai harapan yang sama dengan masyarakat

 

“Tahun 2020 kemarin sudah dianggarkan untuk pembangunan lapangan pengganti tapi karena ada persoalan yang belum clear sehingga anggaran tidak bisa di eksekusi,” TUTURNYA

Kepala Dinas Perkim Loteng L Rahardian menyampaikan bahwa sempat  di anggarkan pada tahun 2020 sebesar Rp 1,4 Milyar namun itu tidak bisa di eksekusi

“Anggaran itu tidak bisa di eksekusi lantaran masyarakat tidak menyepakati lokasi untuk pembangunan lapangan pengganti. Masyarakat tidak mau jika lapangan ini akan dibangun di desa Truai,” KATANYA

Ia mengatakan, untuk saat ini Karena pembahasan APBD perubahan sudah lewat maka insyaallah akan dianggarakan di APBD murni tahun 2022

“Insyaallah akan kita anggarkan pada APBD murni pada tahun 2022 mendatang,” kata Rahardian menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here