Roadshow Politik Kesejahteraan, Gus Muhaimin Mendengar Curhat Warga NTB

Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar mengawali rangkaian roadshow politik kesejahteraan dengan melakukan pertemuan secara virtual bersama masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, 9 Agustus 2021
Foto :" Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar mengawali rangkaian roadshow politik kesejahteraan dengan melakukan pertemuan secara virtual bersama masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, 9 Agustus 2021

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar mengawali rangkaian roadshow politik kesejahteraan dengan melakukan pertemuan secara virtual bersama masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, 9 Agustus 2021.

“Sebetulnya acara ini saya harus datang ke NTB, kita tunda-tunda terus nunggu pandemi agak mereda, tapi tidak kunjung mereda, sehingga acara ini kita lanjutkan saja secara virtual tapi tidak mengurangi khidmad silaturahmi,” kata Gus Muhaimin mengawali sambutannya.

Menurut Gus Muhaimin, roadshow politik kesejahteraan bukan hanya menjadi kekuatan berfikir mengatasi masalah, tapi bersama-sama merencanakan dan mencari solusi tantangan kehidupan bangsa dengan lebih baik.

“Roadshow politik kesejahteraan ini bagian dari rangkaian tulisan buku saya yang sudah dilaunching tahun lalu. Kita terus minta masukan dari pakar, guru besar, jurnalis, aktivis, intelektual, alim ulama, agar rancangan masa depan politik kesejahteraan ini terwujud dengan cepat,” tuturnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengakui realitas bangsa Indonesia yang beragam. Kultur keagamaan yang kuat, solidaritas yang tinggi, tapi juga ada realitas yang jomplang di sisi pendidikan, termasuk dalam masalah ekonomi.

Karena itu, dia ingin mendengar secara langsung bagaimana realita di NTB secara langsung. “Dalam roadshow politik kesejahteraan ini saya ingin mendengarkan laporan bagaimana yg terjadi di sana, kondisi terkini di NTB, baik dari tokoh masyarakat, sahabat-sahabat aktivis, dan lainnya,” tutur Gua Muhaimin.

Warga NTB Curhat Kelangkaan Pupuk hingga Pariwisata

Kepala Desa Lantang, Lombok Tengah, Erwandi, meminta Gus Muhaimin untuk memperhatikan masalah kelangkaan pupuk. Menurut Erwandi, kelangkaan pupuk menambah beban masyarakat desa yang mayoritas di antaranya adalah petani di tengah Pandemi.

“Penduduk desa kami mayoritas petani. Mereka mengalami kesulitan mengakses pupuk di tingkat desa dan kabupaten. Kami juga melihat KWT (Kelompok Wanita Tani) masyarakat kami juga bagian dari KWT mengalami kendala signifikan dalam produksinya. Sehingga kami memerlukan pembinaan dan support permodalan,” kata Erwandi.

Presiden Keluarga Pasca Sarjana Tastura atau Kapas Tastura UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta Ahmad Sanusi mengamini pernyataan Gus Muhaimin terkait terpuruknya Pariwisata di NTB, meski Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika masuk super prioritas.

“Jadi Gus, tahun 2018 NTB diguncang gempa, sekarang Pandemi. Tercatat 15 ribu pekerja pariwisata dirumahkan akibat pandemi. Nah saya ingin masukan dari Gus Muhaimin bagaimana caranya agar pariwisata di NTB kembali bangkit,” ungkap Sanusi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gus Muhaimin menyatakan memang perlu perubahan cara kerja pertanian di Indonesia. Masalah kelangkaan pupuk juga menunjukkan fakta bahwa subsidi, distribusi dan pelaku hilir dan hulu pertanian harus dievaluasi, termasuk juga pengawasan

“Saya sudah beberapa kali meminta Kementan dan pihak terkait membahas persoalan kelangkaan pupuk. Kadang-kadang pupuk banyak tapi distribusinya tidak tepat. Ini agenda serius kami, dan akan kami sampaikan melalui Presiden untuk mengatasi kelangkaan pupuk ini,” kata Gus Muhaimin.

Soal pariwisata, Gus Muhaimin menyatakan sudah memanggil Menteri Pariwisata dan meminta cara kerja baru menangani pariwisata. Menurut dia dibanding pariwisata ditutup, lebih baik prokes saja diperketat.

“Jadi saya sampaikan dibanding pariwisata ditutup, lebih baik tetap dibuka tapi dengan protokol kesehatan yang ketat. Lalu jaga mobilitas orang, dan vaksinasi dipercepat. Dan tak kalah penting utamakan wisatawan lokal,” kata Gus Muhaimin.

Ketua DPW PKB NTB Lalu Hadrian Irfani saat memberikan sambutan pada acara roadshow politik kesejahteraan dengan melakukan pertemuan secara virtual bersama masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, 9 Agustus 2021
Foto : Ketua DPW PKB NTB Lalu Hadrian Irfani saat memberikan sambutan pada acara roadshow politik kesejahteraan dengan melakukan pertemuan secara virtual bersama masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, 9 Agustus 2021 (MetroNTB/Ist)

PKB  NTB akan Gelar Vaksinasi 14 Agustus

Dalam kesempatan tersebut, Gus Muhaimin menyinggung progress vaksinasi di NTB. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW PKB NTB Lalu Hadrian Irfani menegaskan bahwa provinsi NTB terus berupaya mempercepat vaksinasi.

“Vaksinasi hari ini di NTB sedang dilaksanakan secara massif, dor to dor dari semua lembaga, baik eksekutif maupun legislatif di masing-masing kabupaten/kota, desa bahkan di tingkat RT sudah mulai dilaksanakan. Insyaallah tangal 14 Agustus yang akan datang kami akan melaksanakan vaksinasi yang akan diikuti oleh 1000 orang,” ungkapnya

“Ini bentuk pengabdian kami kepada masyarakat dalam rangka membantu program kerja pemerintah dalam hal ini mempercepat vaksinasi,” katanya

Dalam kesempatan tersebut, Lalu Arie sapaan akrabnya menyampaikan sektor handalan provinsi NTB yaitu sektor pertanian dan pariwisata sangat terdampak Covid-19.

Perlu kami sampaikan tadi mendengar pertanyaan, mendengar laporan dari para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda bahwa memang sangat terdampak dengan adanya pandemi ini adalah sektor sektor pertanian dan pariwisata,” tuturnya

Dalam menyikapi kondisi tersebut, keluarga besar PKB NTB terus memberikan kontribusi, membantu masyarakat dengan kekuatan yang ada.

“Alhamdulillah kami berbuat semampunya untuk membantu para masyarakat kita terutama yang terdampak di sektor pertanian, teman-teman di DPRD tingkat Kabupaten maupun Provinsi tiada hentinya untuk terus turun membantu masyarakat baik dengan memberikan bantuan sembako, memberikan bantuan alat-alat pertanian, memberikan bantuan pupuk yang tadi juga langka, kami hari ini sedang memperjuangkan di legislatif agar pasokan pupuk, terutama pupuk bersubsidi ini bisa tersalurkan ke masyarakat kita,” ulas Lalu Arie

“Kondisi hari ini betul-betul sangat terpuruk, meruntuhkan semua sendi-sendi ekonomi dimasyarakat kita,” cetusnya

Anggota DPRD NTB Dapil Lombok Tengah Utara mengatakan harapan masyarakat di Nusa Tenggara Barat tentu mereka ingin aspirasi yang mereka sampaikan pada hari ini melalui Gus Muhaimin bisa untuk diteruskan kepada Presiden, kepada pemerintah agar terus memperhatikan masyarakat terrutama di daerah.

“Kita ketahui bahwa PPKM hari ini mungkin saja bisa dilanjutkan dan lonjakan kasus sudah beralih dari Jawa dan Bali sekarang justru bermigrasi ke luar Jawa dan Bali termasuk kami di NTB. Perlu kami laporkan lonjakan kasusnya tidak terlalu tinggi, mudah-mudahan situasi ini bisa kita pertahankan, tapi yang jelas sebagai kader dan loyalis Gus Muhaimin kami 24 Insyaallah ada di tengah-tengah masyarakat terutama dalam kondisi yang sangat sulit hari ini,” kata Lalu Arie menambahkan

Untuk diketahui, acara tersebut dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD Provinsi NTB, anggota DPRD Kabupaten/Kota se NTB, sejumlah Lurah dan Kepala Desa di Lombok Tengah dan puluhan peserta perwakilan dari berbagai elemen. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here