Pemprov NTB Dukung Revitalisasi Irigasi Berbasis Teknologi

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendukung program program revitalisasi irigasi berbasis teknologi yang dicanangkan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWSNT I)
Foto : Kepala BWSNT I Hendra Ahyadi saat menjelaskan program revitalisasi irigasi berbasis teknologi kepada Gubernur NTB Zulkieflimansyah di Kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I di Karang Jangkong, Mataram, Selasa 3 Agustus 2021 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendukung program program revitalisasi irigasi berbasis teknologi yang dicanangkan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWSNT I).

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menilai keberadaan sarana irigasi dan pengelolaan sumber daya air sangat penting di masa depan.

“Terlebih, potensi kekeringan yang mengancam mengharuskan eksistensi dam penampung dan salurannya mulai menggunakan teknologi tinggi,” tutur Gubernur NTB saat berkunjung ke Kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I di Karang Jangkong, Mataram, Selasa 3 Agustus 2021.


Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi NTB mendukung usulan program kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWSNT I) untuk merevitalisasi fungsinya.

“Usulan program ini harus sampai ke pusat. Terutama realisasi kendaraan operasional motor listrik tiga roda buatan NTB,”imbuhnya

Sementara, Kepala BWSNT I Hendra Ahyadi menjelaskan program revitalisasi irigasi berbasis teknologi sebagai sarana irigasi yang disebut High Level Diversion (HLD).

HLD adalah skema sistem pembagi air dengan dua saluran induk interdependen dan 24 saluran dependen yang terkoneksi dengan 249 HeadWork atau bangunan utama irigasi.

“Pemanfaatannya untuk irigasi lahan seluas 98 ribu Ha, air baku untuk 1,17 juta kepala keluarga dan 610 juta m3 listrik,” terang Hendra

Untuk itu, revitalisasi dan modernisasi sudah diujicoba dan memanfaatkan teknologi hidrorobotika seperti sensor curah hujan, sensor tinggi muka air, kendali pintu air dan otomatisasi.

“Teknologi itu akan mengampu smart water management untuk modernisasi irigasi. Rencana program ini akan mulai Oktober 2021 sampai 2024,” kata dia

Dukungan World Bank juga merespon positif. Salah satu target program ini pula adalah penyediaan air baku bagi KEK Mandalika,” kata Hendra

“Rencananya, sebanyak 80 unit kendaraan operasional motor listrik roda tiga itu akan dibeli BWSNT I,” kata Hendra menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here