Diduga Hina TGH Hasanain, Oknum Perangat Desa Tanak Beak Dipecat

Ratusan masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor desa Tanak Beak menuntut salah satu perangkat desa dipecat, Senin, 2 Agustus 2021
Foto : Ratusan masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor desa Tanak Beak menuntut salah satu perangkat desa dipecat, Senin, 2 Agustus 2021 (MetroNTB/Ist)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Salah satu oknum perangkat desa Tanak Beak diduga mencermarkan nama baik melalui media sosial Facebook terhadap Pimpinan Pondok Pesantren ternama di Kabupaten Lombok Barat.

Ratusan masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor desa Tanak Beak menuntut salah satu perangkat desa dipecat, Senin, 2 Agustus 2021,

Sekretaris Desa Tanak Beak Tohri Albukhari mengungkapkan berawal dari postingan salah satu perangkat desa Tanak Beak di media sosial Facebook yang menyinggung salah satu Pimpinan Pondok Pesantren di Lombok barat.


“Diawali dengan postingan di Facebook, postingan itu dilakukan oleh dua orang, yang pertama staf saya dan salah satu masyarakat, masih bersaudara (pelaku bersaudara/red). Di postingan Facebook itu diduga ada unsur pencemaran nama baik yang ditujukan kepada salah satu tokoh agama kita yaitu ketua yayasan pondok pesantren Nurul haramain Narmada yaitu TGH Hasanain Djuaini,” ungkapnya saat diwawancarai wartawan di kantor desa Tanak Beak usai aksi demonstrasi berlangsung.

Tohri menerangkan tuntutan masyarakat masyarakat sudah dipenuhi dan kedua belah pihak sudah menandatangani surat pernyataan perdamaian.

Sekretaris Desa Tanak Beak Tohri Albukhari mengungkapkan berawal dari postingan salah satu perangkat desa Tanak Beak di media sosial Facebook yang menyinggung salah satu Pimpinan Pondok Pesantren di Lombok barat
Foto Sekretaris Desa Tanak Beak Tohri Albukhari mengungkapkan berawal dari postingan salah satu perangkat desa Tanak Beak di media sosial Facebook yang menyinggung salah satu Pimpinan Pondok Pesantren di Lombok barat (MetroNTB/Ian)

“Permintaannya yang pertama itu, yang bersangkutan harus meminta maaf kepada TGH Hasanain didepan masyarakat. Dan itu sudah dilaksanakan. Yang kedua, meminta kepala desa untuk memberhentikan salah satu staf yang bersangkutan sebagai perangkat desa,” tuturnya

“Yang bersangkutan hadir ditengah demonstrasi meminta maaf kepada masyarakat, dikawal aparat kemanan,” sambunmg Tohri

Dalam kesempatan tersebut, Tohri menunjukkan SK pemberhentian terhadap seorang perangkat desa yang di duga melakukan pencemaran nama baik itu.

“Kepala desa sudah mengeluarkan SK pemberhentian terhadap pelaku dari kejadian itu, SKnya nomor 27 tahun 2021 yang isinya memberhentikan saudara M. AA (Inisial) sebagai perangkat desa. Surat keputusan itu ditandatangani hari ini juga 2 Agustus 2021. Dan segala bentuk hak semasih masa jabatannya itu dicabut oleh isi dari surat keputusan kepala Desa ini,” jelasnya sambil menunjukkan SK pemberhentian.

Ia juga menghimbau masyarakat masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial serta dalam kesempatan itu, mewakili jajaran pemerintahan desa dia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Dari kejadian ini mudah-mudahan ke depannya bukan hanya di kantor desa Tanak Beak atau bukan hanya di desa Tanak Beak, masyarakat pada umumnya bisa mengambil pelajaran dari sini untuk berhati-hati dan bijaksanalah di dalam memakai media sosial, misalnya Facebook dan sebagainya.

“Harapan kita terkait dengan permasalahan-permasalahan yang ada pada khususnya di desa Tanak Beak, kami selaku Pemerintah Desa Tanak Beak mewakili jajaran pemerintahan di desa meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat desa tanak Beak pada khususnya dan masyarakat di Lombok pada umumnya,” pungkasnya (Ian/Mn)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here