Tinggalkan Stigma “Penjahat Kecil” Terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum

– Momentum Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2021 Sebanyak 1.020 anak binaan mendapat remisi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM
Foto : Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly (MetroNTB/Humas)

Jakarta, MetroNTB.com – Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly meminta masyarakat meninggalkan stigma terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Ia berharap agar anak yang berhadapan dengan hukum tak lagi dilihat sebagai penjahat kecil.

“Konstitusi negara dengan jernih menyebutkan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, berkembang, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Begitupun dengan anak yang berhadapan dengan hukum,” ujar Yasonna melalui keterangan tertulis yang diterima Metrontb.com

Menurutnya, kenyataan bahwa mereka harus masuk dalam sistem peradilan pidana anak dan menjalani masa pidana tak berarti bahwa hak mereka atas pembinaan, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan jadi terabaikan.

“Kegiatan pembinaan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dilakukan semata untuk mempercepat proses kembalinya mereka ke tengah keluarga dan masyarakat,” kata Yasonna

Tentu misi ini, lanjutnya akan lebih mudah tercapai bila semua pihak berkomitmen untuk menanggalkan stigma terhadap anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

“Mereka jangan lagi dilihat sebagai penjahat kecil, melainkan calon-calon penerus bangsa yang tetap harus dilindungi haknya,” katanya menambahkan (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here