Sukses Pemulihaan Ekonomi, BI-OJK Vaksinasi Pelaku Jasa Keuangan

Dalam rangka mendukung program vaksinasi pemerintahan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB selaku Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD),Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTB selaku Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB, bersama Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Dinas Kesehatan NTB dan Kota Mataram menyelenggarakan vaksinasi kepada Industri Jasa Keuangan, antara lain pegawai, keluarga pegawai strategis (organik maupun non organik strategis), dan nasabah, serta masyarakat umum produktif termasuk UMKM
Foto : Dalam rangka mendukung program vaksinasi pemerintahan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB selaku Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD),Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTB selaku Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB, bersama Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Dinas Kesehatan NTB dan Kota Mataram menyelenggarakan vaksinasi kepada Industri Jasa Keuangan, antara lain pegawai, keluarga pegawai strategis (organik maupun non organik strategis), dan nasabah, serta masyarakat umum produktif termasuk UMKM (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Percepatan vaksinasi di Provinsi NTB menjadi salah satu kunci untuk mensukseskan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dalam rangka mendukung program vaksinasi pemerintahan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB selaku Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD),Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTB selaku Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB, bersama Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Dinas Kesehatan NTB dan Kota Mataram menyelenggarakan vaksinasi kepada Industri Jasa Keuangan, antara lain pegawai, keluarga pegawai strategis (organik maupun non organik strategis), dan nasabah, serta masyarakat umum produktif termasuk UMKM.

Vaksinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari vaksinasi massal kepada 10.000 orang pelaku dan konsumen sektor jasa keuangan pada 16-17 Juni di Jakarta serta 10 daerah lainnya (Banjarmasin, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Yogyakarta, dan Jambi) yang difasilitasi oleh BI dan OJK serta dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia.


Pada kegiatan tersebut, Presiden Republik Indonesia memberikan arahan perlunya dilakukan akselerasi vaksinasi kepada dan melalui sektor jasa keuangan sebagai sektor strategis.

“Sebagai realisasi dari arahan tersebut, vaksinasi melalui sektor jasa keuangan dilakukan melalui dua skema, yaitu dilakukan oleh Lembaga Jasa Keuangan untuk Pegawai dan konsumennya serta skema kedua dialokasikan kepada BI dan OJK yang pada tahapan ini menyediakan vaksin sejumlah 335.000 secara nasional dimana 4.400 dosis dialokasikan untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Nusa Tenggara Barat, Heru Saptaji

Vaksinasi pada 24-25 Juli 2021, diberikan sebanyak 2.200 pegawai, keluarga pegawai lembaga strategis, nasabah lembaga jasa keuangan dan masyarakat umum di Pulau Lombok yang difasilitasi tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Umum Daerah Prov. NTB, Rumah Sakit Mata, dan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma. Selanjutnya, akan segera dilakukan vaksinasi pula bagi pemangku kepentingan lembaga jasa keuangan di wilayah Prov. Nusa Tenggara Barat lainnya.

“Vaksinasi ini merupakan bukti BI, OJK, dan Industri Jasa Keuangan di Nusa Tenggara Barat berkomitmen mendukung Pemerintah Pusat untuk mempercepat target pembentukan kekebalan komunitas di seluruh lapisan masyarakat sesuai target yaitu pada November tahun ini,” terang Heru

Di Nusa Tenggara Barat sendiri, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan per 23 Juli 2021, dari target vaksinasi 3.910.638 jiwa, sebanyak 553.766 jiwa menerima vaksin dosis 1 dan 200.676 jiwa telah menerima vaksin dosis kedua.

“Industri Jasa Keuangan dipilih sebagai salah satu sentra vaksinasi Covid-19 karena memiliki jaringan dan cakupan wilayah yang luas serta jumlah nasabah yang besar sehingga dapat mempercepat proses vaksinasi kepada masyarakat,” katanya

“Kecepatan dan keberhasilan dari vaksinasi Covid-19 akan sangat menentukan upaya pemulihan ekonomi nasional khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat, karena setelah terbentuk herd immunity, maka perekonomian masyarakat akan kembali bergerak sejalan dengan terbukanya mobilitas masyarakat,” kata Heru menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here