Sidak Kimia Farma, Sari Yuliati : Ada Kabar Baik untuk Rakyat Indonesia

Anggota Satgas Covid-19 DPR RI Sari Yuliati bersama Sufmi Dasco Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR RI Sufmi Dasco. Ia bersama anggota Satgas Lawan Covid-19 lainnya seperti Andre Rosiade, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Charles Meikyansyah
Foto : Anggota Satgas Covid-19 DPR RI Sari Yuliati bersama Sufmi Dasco Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR RI Sufmi Dasco. Ia bersama anggota Satgas Lawan Covid-19 lainnya seperti Andre Rosiade, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Charles Meikyansyah (MetroNTB/Ist)

Bandung, MetroNTB.com – Anggota Satgas Covid-19 DPR RI Sari Yuliati bersama rombongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan farmasi PT Kimia Farma Plant Banjaran Bandung Jawa Barat, Kamis 29 Juli 2021.

Menurutnya, peristiwa lonjakan kasus aktif Covid-19 ini tidak hanya dialami Indonesia, namun juga seluruh dunia.

Sari mengungkapkan problem yang tengah dihadapinya saat ini antara lain kelangkaan obat-obatan Covid-19, peralatan kesehatan (Alkes), minimnya ketersediaan rumah sakit, berkurangnya tenaga kesehatan (Nakes) karena  meninggal akibat terpapar Covid-19, hingga berbagai persoalan rumit lainnya yang berkaitan dengan penanganan Covid-19.

“Kami mencoba mengurai satu persatu. Tentang kelangkaan obat, Satgas Lawan Covid-19 DPR RI, beberapa saat yang lalu sudah berdiskusi dengan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia untuk ” Solve the problem,” tegas legislator Dapil NTB II ini.

“Kami juga mencoba menelusuri kecurigaan masyarakat akan potensi-potensi kelangkaan obat akibat penimbunan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, baik secara individual maupun korporasi,” tutur Sari

Politisi Golkar ini menjelaskan setelah ditelusuri, persoalan utama dari kelangkaan obat karena melonjaknya kasus positif Covid-19  yang signifikan dan terbatasnya bahan baku obat.

“Persoalan melonjaknya kasus positif Covid-19 secara signifikan ini menjadi salah satu penyebab langkanya obat, ditambah raw material atau bahan baku Perusahaan Farmasi harus menunggu dari luar negeri karena bahan baku tersebut impor,” terangnya

Sari mengatakan pihaknya akan bersama sama  terus mengawal ketersediaan obat Covid-19 yang di dalam negeri.

“Setelah perusahaan farmasi memproduksi obat, Satgas Lawan Covid-19 DPR RI akan mengawal, monitoring dan evaluasi kelancaran produksi obat, sehingga persoalan kelangkaan obat dapat teratasi dengan upaya bersama ini,” tandasnya

Sari berharap polemik kelangkaan obat-obatan Covid-19 ini bisa diatasi dengan upaya peninjauan langsung ke pabrik PT Kimia Farma di Bandung, Jawa Barat ini.

“Kabar baiknya, Kimia Farma memproduksi 2 juta tablet sehari obat Covid-19 yang diberi nama Faripravir selain itu ada juga 2 perusahaan farmasi lain yang memproduksi masing – masing 1 juta dan 500 ribu tablet per hari obat covid-19. Tentunya sederet persoalan lain juga cepat terselesaikan, baik yang sifatnya restoratif maupun preventif,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kunjungan ini, Sufmi Dasco selaku Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR RI. Ia bersama anggota Satgas Lawan Covid-19 lainnya seperti Andre Rosiade, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Charles Meikyansyah (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here