Pemda Lobar-Bea Cukai Siap Gempur Rokok Ilegal

Dalam rangka mencegah penjualan rokok dan tembakau dengan Cukai Ilegal, Pemerintah Daerah Lombok Barat (Pemda Lobar) besama Bea Cukai Mataram menggelar Talk Show Gempur Rokok Ilegal, Selasa 06 Juli 2021
Foto : Dalam rangka mencegah penjualan rokok dan tembakau dengan Cukai Ilegal, Pemerintah Daerah Lombok Barat (Pemda Lobar) besama Bea Cukai Mataram menggelar Talk Show Gempur Rokok Ilegal, Selasa 06 Juli 2021 (MetroNTB/Ian)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Dalam rangka mencegah penjualan rokok dan tembakau dengan Cukai ilegal, Pemerintah Daerah Lombok Barat (Pemda Lobar) besama Bea Cukai Mataram menggelar Talk Show Gempur Rokok Ilegal, Selasa 06 Juli 2021.

Kabag Ekonomi Setda Lobar Agus Rahmat Hidayat mengatakan kegiatan talk show digelar karena temuan bea cukai terhadap rokok dan tembakau tanpa bea cukai yang legal menembus angka hampir 30%.

“Hampir 30% beredar cukai ilegal diLobar,” ungkap Agus saat di wawancara MetroNTB.com


Ia berharap melalui kegiatan ini indek penindakan di daerah Lobar bisa berkurang. Lobar murapakan daerah peringkat ke II presentasi daerah berdasarkan penindakan Bea Cukai Mataram.

“Mudah-mudahan peringkat kedua tadi yang disampaikan oleh pihak Bea Cukai itu bisa turun step by step ke peringkat ketiga, keempat dan seterusnya yang ke bawah,” kata Agus

Sementara, Kepala Seksi Kapebeanan Cukai dan Dukungan Teknis (KPPBC) Mataram Arseto Triyowingsatyo mengatakan Bea Cukai akan kembali ke masyarakat dan kehadiran Bea Cukai itu untuk membantu pengusaha yang menggunakan yang legal bisa untung dan tidak dirugikan oleh pengusaha tembakau atau rokok dengan cukai ilegal.

Kegiatan sosialisasi tujuannya untuk mensosialisasikan ke masyarakat bahwa hasil tembakau tersebut dikenakan Bea Cukai. Cukai itu tujuannya nanti kedepannya untuk masyarakat itu sendiri, dalam hal ini untuk kesehatan, untuk kesejahteraan masyarakat maupun untuk pengawasan terhadap kegiatan rokok illegal.

“Karena dengan rokok ilegal yang semakin kita tekan itu akan memberikan bisnis fair karena pengusaha akan secara fair dan menang berusaha secara legal untuk memasarkan hasil tembakaunya,” tutur Arseto

Pihaknya telah dilakukan penindakan Dan termasuk merupakan peringkat ke-2 dari penindakan terhadap rokok Cukai ilegal.

“Jadi kedepannya kita harapkan semakin sedikit peredaran Cukai ilegal di Lombok ini terutama yang khususnya di Lobar,” cetusnya

Pihaknya juga secara rutin menggelar pengawasan maupuu sosialisasi dengan harapan para produksi rokok bisa memahami sistem produksi.

“Sidag selalu rutin kami lakukan selalu terutama sosialisasi dulu, supaya masyarakat memahami bahwa saya itu harus memproduksi rokok dan ini ada cukai yang harus dibayar. Memang kadang-kadang ada masyarakat yang belum memahami mereka pikir bahwa sistem produksi sudah selesai tidak ada yang harus dibayarkan,” bebernya

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan (KPPBC) Mataram Riyanto Hadi Saputro mengatakan 75 penindakan di wilayah Lombok, Lombok barat sendiri masuk peringkat kedua setelah Lombok Timur.

“Semester 1 (Januari-Juni) ini itu sekitar ada 75 kali penindakan di wilayah Lombok. Rokok ada 826 batang, juga 1000an rokok polos ilegal. Khusus Lombok Barat persentase  penindakan 27%, rata-rata tembakau iris,” terangnya

Dari kebanyakan yang ditindak mayoritas tembakau iris yang dijual ecer namun tidak sesuai isi dengan jumlah cukai yang ditetapkan.

“Tembakau iris itu tembakau yang dibungkus (ecer), ada yang tidak ada pita cukainya, dikemas dalam bentuk kemasan. Ada yang isinya 25 gram ataupun 15 gram. Kadang disitu ada pitanya yang salah, pitanya yang harusnya untuk 15 gram tapi setelah ditimbang tembakau isinya 30 gram,” ulas Riyanto

Adapun sanksi yang diberikan terhadap yang melanggar adalah sangsi administrasi. “Ini sanksi administrasi, dikenakan sangsi dua kali dari cukai yang seharusnya dibayar,” katanya menambahkan (Ian/Mn)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here