Mau Kuliah Ngambil Jurusan Teknologi Pangan? UBG Solusinya

Kepala Prodi S1 Teknologi Pangan UBG Nurul Hidayah
Foto : Kepala Prodi S1 Teknologi Pangan UBG Nurul Hidayah (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com – Universitas Bumigora (UBG) Mataram membebaskan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) atau uang pembangunan untuk Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan.

“Teknologi Pangan ini sebenarnya berbasis bagaimana caranya nanti mahasiswa kita ini akan belajar, cara pengolahan makanan, penanganan makanan dari pasca panen, kemudian produksinya, kemudian bagaimana cara distribusinya, kemudian dari proses pengolahannya, kemudian sampai dijual itu akan kita ajar,” ungkap Kepala Prodi S1 Teknologi Pangan Nurul Hidayah

Dikatakan, tidak hanya mengolah atau menciptakan makanan yang aman bergizi tetapi juga sehat semuanya dan bisa menghasilkan uang, karena nanti akan ada mata kuliah e-commerce, kita juga akan ada mata kuliah mata kuliah kewirausahaan.

“Jadi mereka akan belajar, bagaimana cara menangani makanan tersebut hingga dijual hingga ke konsumen. enggak akan berakhir hanya menciptakan makanan enak gitu aja, mereka akan belajar bagaimana cara menjualnya mempromosikannya, kita akan mengajar begitu,” kata Nurul

Teknologi Pangan UBG membekali mahasiswa siap bersaing di dunia kerja setelah mereka lulus. Nanti akan ada mewajibkan memberikan fasilitas untuk mengambil beberapa program yang disiapkan misalnya magang.

“Kami juga akan mengurus kerjasama dengan industry-industri makanan dan minuman di Indonesia tidak hanya di Lombok, misalkan nanti adik adik ingin mengambil program ini mereka bisa magang di situ,” tuturnya

Nurul mengungkapkan, pihaknya juga akan memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk langsung mengaplikasikan ilmu mereka di luar kampus, tidak hanya teori aja yang diajarkan, tidaknya praktikum laboratorium berskala industri

Kita juga di sini spesialnya dosenya kita lulusan dalam dan luar negeri. Mereka juga nanti akan kayak lebih diberikan skill tambahan untuk berbahasa inggris, keterampilan bahasa Inggris,” tuturnya

“Untuk biaya, kita sistemnya perpaket, jadi itu 3.000.000 per semester. Nanti kita akan bebas biaya bangunan atau DPP untuk satu kelas sekitar 48 orang,” kata Nurul menambahkan (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here