Mahasiswa Sosiologi UNHAM Raih Program Kampus Mengajar Tahap II

Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Hamzanwadi (UNHAM) berhasil meraih Program Kampus Mengajar tahap II yaitu Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sosiologi Muhammad Rois Bukhori
Foto : Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Hamzanwadi (UNHAM) berhasil meraih Program Kampus Mengajar tahap II yaitu Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sosiologi Muhammad Rois Bukhori (MetroNTB/Ist)

Lombok Timur, MetroNTB.com – Setelah melewati seleksi ketat,  seorang mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Hamzanwadi (UNHAM) berhasil meraih Program Kampus Mengajar tahap II yaitu Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sosiologi Muhammad Rois Bukhori.

Kampus Mengajar merupakan bagian dari program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan.

“Menurut Kemendikbud, sasaran program Kampus Mengajar angkatan 2 ini adalah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah 3 T (tertinggal, terluar, dan terdepan),” ujar direktur Kerjasama dan Humas UNHAM Dr Muhammad Halqi, Selasa (27/07/2021).

Peserta dari program ini kata Halqi, mahasiswa yang masih duduk di semester IV atau V supaya mereka bisa mengembangkan diri dengan daya kreasi yang mereka miliki sehingga setelah mereka lulus punya pengalaman nantinya.

“Saat ini, bangsa kita sedang membutuhkan bantuan untuk membantu guru dan peserta didik di Sekolah Dasar untuk mendapat kesempatan belajar optimal selama pandemic,” kata dia

Pada program ini mahasiwa mendapatkan ganjaran berupa uang saku Rp 700 ribu per bulan dan potongan uang kukiah tunggal (UKT) maksimal Rp 2.400.000,00 (satu kali), serta konversi 12 SKS plus sertifikat.

Menurut Kemendikbud lanjut Halqi, program Kampus Mengajar memiliki 4 poin penting yaitu melanjutkan pembelajaran di masa pandemi terutama bagi sekokah di daerah 3T.

Selain itu, menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi, dan menjadi mitra guru dalam melakukan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran.

“Mahasiswa dapat memberikan kontribusi guna mendukung sekolah melakukan efisiensi administrasi dan manajerial. Ini sesuai program Kampus Merdeka yang membolehkan mahasiswa belajar di luar kampus hingga 2 semester,” ulasnya.

Ia berharap, melalui program ini mahasiswa dapat memaksimalkan potensinya selama mahasiswa melaksanakan program ini. Halqi juga berharap mahasiswa lain dapat mengikuti program lain untuk mengembangkan bakat personal mereka.

“Semoga, program ini bermanfaat dan berkah. Baik bagi mahasiswa yang bersangkutan dan juga program studi Pendidikan Sosiologi serta Universitas Hamzanwadi secara keseluruhan,” tutup doktor lulusan UNJ itu (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here