Mahasiswa Lobar Dukung Sikap BEM UI

Front Mahasiswa Lombok Barat (FM Lobar) mendukung sikap Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terkait pernyataannya soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'The King of Lip Service'
Foto : Ketua FM Lobar, Moh Nahar (MetroNTB/Ist)

Lombok Barat, MetroNTB.com- Front Mahasiswa Lombok Barat (FM Lobar) mendukung sikap Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terkait pernyataannya soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai ‘The King of Lip Service’.

“Saya rasa apa yang dilakukan oleh BEM UI itu sangat mewakili mahasiswa secara keseluruhan dimanapun mereka berada,” ungkap Ketua FM Lobar, Moh Nahar saat dikonfirmasi MetroNTB.com, Jum’at 2 Juli 2021.

Ia menilai apa dilakukan oleh BEM UI itu sebagai tamparan keras terhadap Presiden untuk memperbaiki kebijakannya.


“Wajar dilakukan oleh para mahasiswa secara umum ketika memposisikan dirinya sebagai pengkritik atau opisisi,” kata Nahar

Bahkan, dia menyebutkan kritik dari BEM UI itu hanya beberapa dari kebijakan kontroversi dari pemerintah.

“Kritikan BEM UI ini baru seberapa dari banyaknya kebijakan-kebijakan yang kontroversi. Apalagi persoalan janji, yang namanya pemimpin apa yang diucapkan seharusnya menjadi titah dan kebijaksanaan, sehingga apa yang dikeluarkannya tidak hanya umbaran janji manis saja tanpa makna,” tutur mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini.

Nahar berharap mahasiswa tetap menjadi ujung tombak perlawanan ketidakadilan pemerintah, menjadi garda terdepan menyuarakan kebenaran.

“Mahasiswa tetap  menjadi ujung tombak perlawanan ketidakadilan pemerintah, ketika semua terbungkam oleh tawaran yang menggiurkan. Di sanalah mahasiswa harus berdiri menyuarakan kebenaran,” tandasnya

Akademisi UIN Mataram : Kritik Boleh-boleh Saja

Sementara, akademis UIN Mataram Abdurrahman menilai mengkritik boleh-boleh saja yang penting ada data dan fakta yang kevalidiannya bisa dipertangungjawabkan.

“Saya rasa tidak perlu cepat menghukum bagi si pengktitik hanya saja dibuktikan saja,” ungkapnya

Ia juga menilai Presiden Jokowi sudah bijak menyikapi kritikan yang dilontarkan oleh BEM UI. “Saya rasa Presiden sudah cukup bijak menanggapi kritikan BEM UI, jokowi sudah sering kok dikritik. Kritik untuk kebaikan bagus tapi kritik yang tidak ada manfaatnya sia-sia,” kata Abdurrahman menambahkan )Ian/Mn)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here