LSM Kasta NTB Pertanyakan Lahan Pembangunan Sintung Park

Pengurus LSM Kasta NTB mendatangi Kantor Dinas Pariwisata Lombok Tengah untuk menanyakan kejelasan lahan pecatu Desa Sintung, Kecamatan Pringgerat yang akan digunakan untuk pembangunan Sintung Park, Rabu 21 Juli 2021
Foto : Pengurus LSM Kasta NTB mendatangi Kantor Dinas Pariwisata Lombok Tengah untuk menanyakan kejelasan lahan pecatu Desa Sintung, Kecamatan Pringgerat yang akan digunakan untuk pembangunan Sintung Park, Rabu 21 Juli 2021 (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Pengurus LSM Kasta NTB mendatangi Kantor Dinas Pariwisata Lombok Tengah untuk menanyakan kejelasan lahan pecatu Desa Sintung, Kecamatan Pringgerat yang akan digunakan untuk pembangunan Sintung Park.

“Kami sudah melayangkan surat hearing pada tanggal 19 Juli 2021 lalu untuk menanyakan lahan pembangunan Sintung Park,” ungkap Ketua LSM Kasta NTB Lalu Wing Haris

Pihaknya khawatir akan terjadi gejolak di masyarakat terkait lahan Pecatu Desa Sintung tersebut.

“Kami tidak ingin ada gejolak muncul ketika proyek ini akan dikerjakan, karena di masyarakat masih belum diselesaikan,” kata Wink Haris

Ia menyesali karena Kepala Desa dan pemenang tender tidak hadir dalam kegiatan hearing tersebut.

“Kami minta untuk hearing dijadwalkan ulang dan menghadirkan Kepala Desa dan pemenang tender Sintung park. Dinas harus menjembatani masyarakat untuk bertemu dengan Kepala Desa dan pemenang tender,” imbuhnya

Sekertaris DPD Kasta Lombok Tengah Suwandi mengakui tokoh masyarakat Desa Sintung tidak mengetahui kalau tanah pecatu desa Sintung diserahkan ke Pemdes untuk pembangunan Sintung Park

“Kepala Desa tidak pernah melakukan sosialisasi terkait rencana pembangunan proyek ini. Kami minta Kepada Dinas Pariwisata untuk mengevaluasi kembali rencana pembangunan proyek Sintung Park ini,” pintanya

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian tanah pecatu desa yang akan digunakan untuk pembangunan sintung park ini ada tanah yang sudah dihibbahkan ke masjid.

“Tanah pecatu desa ini ada beberapa are tanah yang sudah dihibbahkan ke Masjid Al-Hidayah yang dikelola oleh marbot dan itu seharusnya tidak boleh di ambil alih,” tegas Suwandi (Zan/De)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here