Kecanduan Sabu, Seorang Nenek Nekat Curi Motor Modusnya Bertamu

Kapolsek Gunungsari Iptu Agus Eka Artha Sudjana saat konferensi pres, Rabu 30 Juni 2021
Foto : Kapolsek Gunungsari Iptu Agus Eka Artha Sudjana saat konferensi pres, Rabu 30 Juni 2021 (MetroNTB/Ian)

Mataram, MetroNTB.com – Seorang nenek berinisial ESW, 50 tahun kecanduan sabu. Tak punya uang ESW nekat mencuri sepeda motor.

Kapolsek Gunungsari Iptu Agus Eka Artha Sudjana mengatakan, ESW mencuri sepeda motor di perumahan Gunungsari Indah, Lombok Barat Minggu 20 Juni lalu

”Modusnya, pura-pura bertamu,” kata Eka, Rabu 30 Juni 2021

Setiba di rumah korban, nenek asal Sumbawa itu sempat memanggil. Namun, ketika tidak ada balasan sahutan dari pemilik rumah, dari sanalah dia melakukan aksinya.

”Karena rumah sepi dijadikan kesempatan bagi pelaku (ESW) untuk mencuri,” ujarnya.

ESW lalu masuk ke rumah. Mengambil kunci sepeda motor yang diletakkan di meja ruang tamu.

”Pelaku mengambil sepeda motor yang disimpan di garasi dalam keadaan terkunci stang,” terangnya.

Sepeda motor itu sudah tidak ada di garasi pertama kali diketahui anak korban. Lalu melaporkan peristiwa itu ke Polisi.

Polisi melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV ternyata pelakunya adalah ESW.

ESW diringkus di rumahnya, BTN Griya Asri, Senteluk, Batulayar. Dari hasil interogasi, sepeda motor yang dicurinya digadai ke temannya, berinisial M.

”Sepeda motor itu digadai dengan harga Rp 2,5 juta,” bebernya.

Barang bukti sepeda motor merek Mio J yang dikuasai M sudah disita. M juga diamankan.

”Karena, M Bertindak sebagai penadah,” terangnya

Eka mengatakan, dari pengakuan ESW uang hasil gadai digunakan untuk keperluan sehari-hari. Selain itu juga digunakan untuk membeli sabu dan mengirimkan uang pacarnya.

”Uang hasil gadai sudah habis digunakan,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, nenek ESW dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan M dijerat pasal 480 KUHP, ancaman hukuman empat tahun penjara.

Terpisah, ESW mengaku tidak ada niat untuk mencuri. Tujuannya, hanya meminjam.

”Saya tidak mencuri. Sepeda motor itu saya pinjam,” kelit ESW.

Saat dipertegas mengenai sepeda motor digadai, ESW tidak bisa memberikan alasan.

”Karena tidak ada untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya singkat (red)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here