Jangan Panik ! Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk NTB

Covid-19 varian Delta sudah masuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
Foto : Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Covid-19 varian Delta sudah masuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Menyikapi hal tersebut Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

“Kita harus lebih ekstra waspada. Tidak boleh membuat kita harus panik. Kita harus menghadapi Covid-19 varian Delta ini dengan tenang, karena ketenangan sebagai energi untuk bersinergi bersama untuk menghindari penyebaran virus ini,” ungkapnya saat konferensi pers, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Asisten III Provinsi NTB, Asisten II Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Provinsi NTB, di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Jum’at, 9 Juli 2021.

Ia menerangkan sebanyak 13 kasus varian Delta di NTB dalam kondisi baik, hanya satu orang yang masih dilakukan pemantauan ketat dari pihak RSUD Provinsi NTB.

“Keselamatan kita dari paparan virus Covid-19 varian Delta ini, sangat tergantung seberapa patuh dan disiplinnya kita dalam mematuhi Prokes di setiap aktivitas sehari-hari,” tegas Rohmi

Dikatakan, Provinsi NTB ke depan  harus membangun sinergi dengan semua pihak, baik Kabupaten/Kota, insan pers untuk lebih giat lagi melakukan edukasi dan melakukan penertiban tehadapa seluruh kegiatan masyarakat agar selalu taat Prokes.

“Kebersamaan untuk saling menguatkan adalah modal besar untuk menghadapi Covid-19,” tandasnya

Selain itu, aturan-aturan lalu lintas orang di NTB juga akan semakin diperketat, aturan ke NTB melalui bandara wajib PCR.

“Saat ini stok Oksigen juga masih sangat cukup, namun hal ini tidak boleh membuat kita lengah, antisipasi akan terus kita lakukan kedepan,” kata Rohmi mengingkatkan

Sebagai sarana layanan, Provinsi NTB telah menyiapkan telemedicine untuk masyarakat berkonsultasi terkait Covid-19. Pusat-pusat keramaian juga menjadi perhatian utama, dan aturan work from home (WFH) juga harus dijalankan.

“Kita perkuat sinergi Kabupaten/kota dalam meningkatkan kewaspadaan untuk antisipasi kemungkinan- kemungkinan yang tidak kita inginkan, sehingga kita bisa mengendalikan situasi-situasi yang tidak kita inginkan,” ajak Rohmi (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here