IMM Lombok Utara Resmi Dilantik

Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (DPD IMM NTB) melantik Dewan Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPC IMM) Kabupaten Lombok Utara, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara Minggu
Foto : Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (DPD IMM NTB) melantik Dewan Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPC IMM) Kabupaten Lombok Utara, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara Minggu (MetroNTB/Ist)

Lombok Utara, MetroNTB.com – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (DPD IMM NTB) melantik Dewan Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPC IMM) Kabupaten Lombok Utara, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara Minggu

Ketua Umum DPD IMM NTB Miftahul Khair menyampaikan bahwa ikhtiar melebarkan sayap membumikan gerakan IMM adalah salah satu misi besar IMM NTB.

“Keberadaan IMM di seluruh Kabupaten/Kota se-NTB dianggap perlu, mengingat IMM adalah organisasi islam moderat yang diharapkan tumbuh subur,” ungkapnya

IMM diharapkan melahirkan akademisi Islam yang berakhlak mulia kedepannya menjadi pilar pengontrol serta dapat menjadi wadah yang aktif dalam mengawal kepentingaan masyarakat umum lebih khusus mahasiswa sebagai agen of chang dan of control.

“Maka IMM berkomitmen akan terus menjadi wadah yang menginisiasi gerakan kemajuaan dan perubahan,” tutur Khair

Dikatakan, pembentukan PC IMM Kabupaten Lombok Utara merupakan ikhtiar dan amanat kepengurusan DPD IMM NTB dalam membumikan IMM di seluruh Kabupaten Kota se-NTB.

“Tugas pimpinan IMM adalah tugas berat dan hendaknya dijalankan dengan sungguh-sungguh karena kepemimpinan itu pasti akan kita pertanggungjawabkan baik secara duniawi lebih-lebih pertanggung jawaban akhirat,” tutur Khair mengingkatkan

Ia berharap kepada kepengurusan baru PC IMM Kabupaten Lombok Utara dalam membangun kemujuan organisasi dapat membangun komunikasi dengan PDM serta DPC Muhammadiyah. IMM juga terus membangun komunikasi dengan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan (OKP) lain agar lebih luas dalam melihat dinamika gerakan dan dapat memiliki tolak ukur membangun organisasi

“Tidak cukup kelompok kita saja tapi juga kita butuh kelompok lain sebagai penyeimbang gerakan,” kata Khair menambahkan (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here