FEBI UIN Mataram Kembali Gelar Konferensi Internasional

Dekan FEBI UIN Mataram Mataram Dr H Amir Aziz
Foto : Dekan FEBI UIN Mataram Mataram Dr H Amir Aziz (MetroNTB/Man)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (FEBI UIN) Mataram kembali menggelar Internasional Conference On Finance Business and Banking (ICFBB) ke II, dengan tema Ekonomie Refinement During Pandemic Covid-19. Kegiatan yang berlangsung dua hari pada 7-8 Juli 2021 bertempatdi Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, NTB.

“Internasional Conference On Finance Business and Banking (ICFBB) Ini adalah konferensi internasional ke II yang digelar FEBI UIN Mataram,” ungkap Dekan FEBI UIN Mataram Mataram Dr H Amir Aziz

Dikatakan, kegiatan pertama tahun 2019, bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) bahkan acara hari pertama dilaksanakan di kantor Perwakilan BI NTB.

“Saat itu terkonsentrasi secara nasional saja. Artinya dari berbagai perguruan tinggi agama Islam di Indonesia seperti UIN, IAIN dan lainnya,” katanya

Amir menjelaskan pada kenferensi kedua ini, pihaknya mengundang para peneliti dari berbagai Negara yang punya hasil riset yang berkaitan dengan ekonomi, bisnis dan keuangan.

“Jadi kita adakan dua tahun sekali. Kenferensi kedua ini penekanannya kita mengundang para peneliti para dari berbagai negara. Mereka menyiapkan call paper hasil riset yang terkait dengan ekonomi bisnis dan keuangan untuk mereka mempresentasikan hasilnya,” ungkapnya

“Ini salah satu hal yang di luar ya, di luar ekspektasi, ternyata peserta dari luar negeri itu cukup besar minatnya untuk mengikuti konferensi secara online,” sambung Amir

Ia menilai tema yang diangkat relevan dengan kondisi actual di berbagai Negara di dunia yaitu pemulihan ekonomi.

“Jadi para akademisi dari berbagai Universitas ini tampaknya punya kepedulian yang sama untuk bagaimana mereka bisa ambil bagian dalam solusi mencari keluar dari krisis yang masih kita alami, dan kapan berakhirnya kita tidak tahu,” tuturnya

Ditambahkan, hal yang membuat berbeda dengan konferensi pertama yaitu peserta dari luar itu cukup banyak, dari perubahan tinggi umum di luar keagamaan juga ada beberapa. Misalnya ada dari Universitas Indonesia (UI) itu ada dari juga Universitas Gorontalo, juga ada dari UIN Jakarta.

Sementara, dari luar negeri banyak, dari India ada 12 perguruan tinggi yang ikut ambil bagian pada konferensi ini. Kemudian dari Malaysia ada 4 perguruan tinggi, kemudian dari Taiwan 1 perguruan tinggi dan ada juga dari Palestina 1 perguruan tinggi.

“Artinya isu yang kita angkat ini menjadi perhatian dari akademisi berbagai Universitas di beberapa negara,” kata Amir menambahkan (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here