DPRD Loteng Minta Pelaksana Proyek Bertanggungjawab

Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah Supli
Foto : Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah Supli (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Gedung sekolah SDN Tonjer di Desa Sengkol dirobohkan  demi pembangunan jalur baypass BILl-Kuta. Kondisi itu membuat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lombok Tengah (DPRD Loteng) meminta pihak pelaksana proyek bertanggung jawab.

Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah Supli menegaskan pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terkait bangunan gedung sekolah SDN Tonjer dan SMPN 15 Pujut.

“Hari Senin kami akan berkoordinasi dengan Kepala Desa, Camat, Kepala Sekolah, Dinas PU, Dinas Pendidikan untuk mencari solusi bagaimana baiknya,” ungkapnya kepada MetroNTB.com, Kamis 15 Juli 2021.


PolitisI PKS ini mengungkapkan bahwa bekas gedung sekolah SMP ini juga digunakan sebagai Kantor PT pelaksana proyek.

“Sudah menjadi kewajiban PT untuk bertanggung jawab terhadap penyediaan ruang belajar sementara bagi siswa/siswi yang sekolah disana,” tegas Supli

Pihaknya mengingatkan kepada pihak PT untuk tidak hanya mengambil keuntungan saja, tetapi melupakan tanggung jawab.

“Jangan hanya mengambil untung saja, tapi tanggungjawab jangan sampai dilupakan,” imbuhnya

Supli menargetkan pertemuan yang akan dilakukan pada hari Senin bersama para pihak harus menemukan titik temu dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Pertemuan besok harus ada kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan ini,” katanya menambahkan (Zan/Mn)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here