Diduga Hamili Anak Dibawah Umur, Pelaku Asal Ampenan Diringkus Polisi

Artanto Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto didampingi Dirreskrimum Polda NTB Kombespol Hari Brata dan Kasubdit IV AKBP NI Made Pujawati pada acara press release di Mapolda NTB, Kamis 22 Juli 2021.
Foto : Artanto Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto didampingi Dirreskrimum Polda NTB Kombespol Hari Brata dan Kasubdit IV AKBP NI Made Pujawati pada acara press release di Mapolda NTB, Kamis 22 Juli 2021

Mataram,  MetroNTB.com – Jajaran Kepolisian Ditreskrimum Polda NTB telah mengamankan seorang pemuda AS, 22 tahun, asal Ampenan, Kota Mataram atas dugaan melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur di salah satu kos-kosan di wilayah ampenan pada Juni 2020 lalu.

Berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat serta surat perintah penyidikan Ditreskrimum tertanggal 07 Juni 2021. Atas dasar laporan tersebut anggota Reskrimum Polda NTB langsung menangani hal tersebut dengan melakukan olah TKP serta meminta keterangan saksi-saksi.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, S.I.K, M.Si yang Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengungkapkan kejadian ini terjadi sekitar Juni tahun 2020 dengan tersangka AS yang saat itu tinggal disekitar kos-kosan korban. Orang tua korban AZ saat mengetahui hal tersebut sekitar November 2020 merasa tidak terima dan langsung melaporkan kepada pihak yang berwajib


Kejadian ini bermula saat tersangka AS yang saat itu tinggal disekitar kost korban dengan mengajak korban berpacaran. Lalu sekitar bulan Juni 2020 lalu AS mengajak korban melakukan hubungan badan. Oleh karena kejadian itu tidak menimbulkan masalah, maka AS sering mengajak korban melakukan hal yang semestinya belum boleh dilakukan bagi keduanya.

“Sekitar bulan November 2020  orang tua korban AZ mengetahui anak nya hamil kurang lebih 5 bulan, saat itulah AZ langsung melaporkan tersangka AS,” ungkap Artanto didampingi Dirreskrimum Polda NTB Kombespol Hari Brata dan Kasubdit IV AKBP NI Made Pujawati pada acara press release di Mapolda NTB, Kamis 22 Juli 2021.

Dir Reskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata menyampaikan, pada awalnya tersangka tidak mengakui perbuatannya, namun ketika dilakukannya tes DNA oleh tim dan hasilnya Benar AS adalah ayah biologi dari anak korban AZ, sehingga tim Ditreskrimum polda NTB pada 21/07/2021 langsung mengamankan AS untuk mempertanggungjawabkan perbuatannyanya.

“Disamping pelaku, tim juga mengamankan 1 lembar akta lahir atau nama korban, 1 lembar fotocopy KK, 1 buah celana leging panjang warna coklat, 1 buah celana dalam warna abu-abu, serta 1 lembar bukti hasil tes DNA dari Puslabfor polri tertanggal 16/07/2021,” ungkap Hari

Atas perbuatan pelaku disangkakan melanggar pasal 81 ayat (1) atau (2), junto pasal 76D atau pasal 82 ayat (1) jo 76E, UU 17 tahun 2016 dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here