Beratkan Mahasiswa, Gus AMI Desak Kemendikbud Ristek Kurangi UKT

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI)
Foto : Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) (MetroNTB/Ist)

Jakarta, MetroNTB.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengurangi Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Saat ini masih banyak mahasiswa yang keberatan membayar UKT, meski sudah mendapatkan subsidi. Jadi walaupun sudah disubsidi, UKT ini masih memberatkan ke mahasiswa.  Saya mendapat banyak laporan pada ngeluh, belajar online kok uang kuliahnya sama dengan offline,” kata Gus AMI melalui keterangan yang diterima, Senin 12 Juli 2021.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra juga meminta pemerintah menambah alokasi keringanan UKT selama pandemi Covid-19 bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Jumlah mahasiswa di PTS tak kalah banyak dibanding mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Mau PTN atau PTS itu sama saja. Jadi kebijakannya juga harus sama dong. Anak-anak negeri ini enggak sedikit yang kuliah di PTS, jangan dibeda-bedakan (dengan PTN),” pintanya

Gus AMI menegaskan persoalan beban UKT bagi mahasiswa tak bisa dibiarkan oleh Kemendikbud. Seluruh perguruan tinggi, baik negeri dan swasta, seharusnya adalah tanggung jawab pemerintah.

“Yang namanya lembaga pendidikan tinggi, baik itu negeri maupun swasta, itu tanggung jawab negara. Tidak ada perguruan tinggi yang berdiri sendiri, otonom, liar dan seenaknya, itu tidak bisa. Intinya tidak boleh ada mahasiswa putus kuliah saat pandemi gara-gara UKT,” kata Gus AMI menambahkan (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here