Bem UNU NTB : Tolak Perjualbelikan Vaksin

Presiden Mahasiswa UNU NTB Muh Arifi
Foto : Presiden Mahasiswa UNU NTB Muh Arifi (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Pemerintah secara resmi membuka pembelian vaksin secara individu melalui BUMN PT Kimia Farma. Hal tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 19 Tahun 2021 tentang perubahan atas Permenkes No.10/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (BEM UNU NTB) menolak tegas kebijakan memperjualbelikan vaksin.

“Kami geram dan menolak tegas kebijakan pemerintah perjualbelikan vaksin,” tegas Presiden Mahasiswa UNU NTB Muh Arifi, Selasa 13 Juli 2021.


“Seharusnya pemerintah fokus dengan vaksin gratis. Jangan bebankan masyarakat lagi,” pintanya

Arifi mengaku kecewa dan geram terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai inkonsistensi yang berujung mengorbankan masyarakat yang sudah terjatuh kemudian tertimpa tangga.

“Masyarakat sudah terlalu banyak menderita akibat berbagai macam regulasi dan sistem  yang dikeluarkan,” katanya menambahkan (De/Mn)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here