Siapkan Naker Kompeten, Disnakertrans NTB Gandeng BLKI, BLKDN dan LPKS

Untuk menyiapkan tenaga kerja (Naker) kompeten, Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) NTB menggandeng Balai Latihan Kerja Internasional (BLKI) Lombok Timur, BLKDN NTB dan Kab/Kota bersama seluruh Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dan para pimpinan asosiasi industri se-NTB
Foto : Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi (MetroNTB/De)

Mataram, MetroNTB.com – Untuk menyiapkan tenaga kerja (Naker) kompeten, Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) NTB menggandeng Balai Latihan Kerja Internasional (BLKI) Lombok Timur, BLKDN NTB dan Kab/Kota bersama seluruh Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dan para pimpinan asosiasi industri se-NTB.

“Mereka membangun komitmen yang sama untuk menjamin tersedianya pekerja lokal yang kompeten yang mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja pada destinasi super prioritas nasional, KEK Mandalika,” ujar Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi

Di KEK Mandalika akan menjadi tuan rumah perhelatan world super bike pada November 2021, disusul balap motor dunia MotoGP pada tahun 2022 serta event-event bergengsi lainya, akan membuka kesempatan kerja bagi 6.426 orang dalam kurun waktu 1 hingga 5 tahun kedepan.

“Kualifikasi pekerja yang dibutuhkan adalah tenaga kerja terampil dan ahli. Jika tenaga kerja itu tidak tersedia di NTB, maka akan diisi pekerja luar,” kata Ariyadi

“Kalau di KEK Mandalika hanya dibutuhkan sekitar 6 ribu pekerja selama 5 tahun kedepan. Kami tegaskan saat ini saja sudah ada 15 ribu orang Naker lulusan BLK dan LPKS. Terdiri dari 10.750 lulusan pelatihan kerja yang dilaksanakan LPKS dan 4.500 lulusan BLKI dan 7 BLK Binaannya yang ada di NTB,” terangnya

Menurutnya, kesempatan kerja tersebut relatif terbatas jika dibandingkan dengan angka pengangguran terbuka di NTB yang mencapai lebih dari 109 ribu orang. Karena itu, pelatihan kerja yang dilaksanakan pemerintah bersama asosiasi industri, bukan hanya untuk mengisi kesempatan kerja yang ada pada perusahaan dan industri saja, melainkan juga pelatihan kerja untuk wirausaha mandiri.

“Tidak sedikit dari PMI purna, ketika pulang kampung dengan membawa modal, pengalaman kerja di negeri orang dan semangat juang tinggi, mereka saat ini berhasil membangun usaha mandiri,” kata Ariyadi menambahkan (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here