Realisasi 100 Hari Pathul-Nursiah Dinilai Kurang Memuaskan

Kasi Perencanaan Teknis Kebinamargaan PUPR Loteng Kanita Sofianti
Foto : Kasi Perencanaan Teknis Kebinamargaan PUPR Loteng Kanita Sofianti (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Realisasi program kerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bari-Muhammad Nursiah (Pathul-Nursiah) dinilai kurang memuaskan, khususnya realisasi pembukaan jalan baru di wilayah Loteng.

Hasil evaluasi realisasi program kerja 100 hari di empat (4) OPD di anggap raport merah karena realisasi masih kuran. Target di Dinas PUPR yang belum terealisasi menjadi sorotan LSM-LSM disaat Pansel Sekda sedang berlangsung.

Menanggapi sorotan LSM LIDIK, Kepala Dinas PUPR Loteng melalui Kasi Perencanaan Teknis Kebinamargaan menjelaskan bahwa kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum ada kejelasan kapan akan berakhir, berdampak besar dalam postur anggaran

“Tidak semua program yang direncanakan dapat dilaksanakan sesui perencanaan karena adanya refocusing anggaran. Saat ini kita dahulukan yang lebih prioritas untuk dilaksanakan, program yang kurang prioritas masih ada 1000 hari lagi untuk dilaksanakan,” tutur Kasi Perencanaan Teknis Kebinamargaan PUPR Loteng Kanita Sofianti saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya

“Dari 139 desa/kelurahan, baru ada satu desa yang mengusulkan dan usulan tersebut sudah kami ditindaklanjuti,” kata dia

Lebih lanjut, Kanita menerangkan bahwa awalnya akan dilaksanakan sebelum 100 hari kerja, namun proses pembukaan lahan tidak semudah membolakbalikkan telapak tangan, dan lokasi jalan usulan warga sepanjang 400 meter itu masih di tanami padi, jadi pemilik lahan meminta waktu sampai panen.

“Lahan untuk jalan itu juga dari swadaya warga, kasihan kalau kita gusur sebelum selesai panen, jadi belum menjadi prioritas, desa-desa lain juga tidak ada yang mengusulkan, tidak bisa kita paksakan untuk dilaksanakan,” tandasnya

Sementara, salah satu tokoh muda Desa Bonder Satriawan alias Gery membenarkan bahwa dari masyarakat Bonder telah mengusulkan pembukaan jalan baru.

“Nah, masalah pembukaan jalan di Bonder memang awalnya akan dilaksanakan sebelum pak Wabub Sakit. Dinas PUPR melalui Ibu Eka sebagai kasi perencanaan sudah siap turun survei waktu itu, akan tetapi ada kendala di masyarakat, bukan tidak mau atau tidak sepakat akan tetapi karena ada salah satu warga yang sawahnya akan dilewati jalan yang direncanakan, kondisinya masih menanam padi, serta salah satu pemilik tanah juga sedang berduka karena meninggal dunia sehingga bersepakat untuk menunggu panen baru di tindaklanjuti,” ungkapnya

Kadis PUPR, Lalu Firman Wijaya juga sudah bertemu langsung dengan Kepala Dusun dan sudah tidak ada masalah, kendalanya cuma itu saja.

“Meskipun belum bisa dilaksanakan pada 100 hari kerja masyarakat sangat senang dengan program ini, dan Insya Allah setelah selesai panen akan segera dilaksanakan,” kata Gery menambahkan (red)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here