Puluhan Pengerajin Kriya NTB Ikuti Workhsop Inkubasi Subsektor Kriya

Puluhan pengerajin kriya di NTB, khususnya di Pulau Lombok, mengikuti Workshop Inkubasi Subsektor Kriya yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) Rabu, 30 Juni 2021
Foto : Puluhan pengerajin kriya di NTB, khususnya di Pulau Lombok, mengikuti Workshop Inkubasi Subsektor Kriya yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) Rabu, 30 Juni 2021 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Puluhan pengerajin kriya di NTB, khususnya di Pulau Lombok, mengikuti Workshop Inkubasi Subsektor Kriya yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) Rabu, 30 Juni 2021.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dan dihadiri Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf RI, Riwud Mujirahayu.

Ketua Dekranasda NTB mengapresiasi perhatian besar yang diberikan Kemenparekraf RI terhadap Provinsi NTB. Khususnya dalam rangka membantu kebangkitan sosial ekonomi pariwisata dan industri kreatif di NTB dengan berbagai pelatihan yang diberikan.

“Kami sangat mengapresiasi Kemenparekraf RI atas diselenggarakannya kegiatan ini. Semoga dengan kegiatan ini dapat membantu para pengerajin kriya di NTB dapat keluar dari permasalahan yang tengah dihadapi,” ungkapnya

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf RI, Riwud Mujirahayu menjelaskan Kemenparekraf RI dengan berbagai programnya berupaya meningkatkan pemulihan perekonomian nasioanal khususnya di daerah destinasi pariwisata seperti di NTB.

“Dampak beruntun dari gempa dan pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi sektor pariwisata dan ekonomoli kreatif. Karna itu, program ini bertujuan untuk memulihkan ekonomi kreatif agar tumbuh kembali,” katanya

Pada kesempatan yang sama, Zainudin, salah seorang pengusaha gerabah asal Desa Banyumulek menyampaikan harapan besarnya mengikuti pelatihan ini.

Ia berharap usaha yang telah digelutinya selama 30 tahun dan tengah mengalami berbagai cobaan dapat kembali berkembang dengan ilmu yang terbarukan.

“Kerajinan selalu menuntun kreatifitas. Kami mau dibimbing terkait warna, tehnik produksi, tehnik pencetakan sketsa serta kelembagaan. Agar kami bisa terus berkembang,” pukasnya.

Acara workshop tersebut digelar hingga tanggal 3 Juli mendatang dengan didampingi oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Seperti Anita Armas dan Enndang lestari pengerajin kondang dan designer kriya ternama. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here