NTB Care Wadah Komunikasi Pemprov dengan Masyarakat

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah
Foto : Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah )MetroNTB/Gde)

Mataram, MetroNTB.com – Pengentasan kemiskinan di NTB tidak hanya dilihat seberapa banyak program-program penguatan ekonomi masyarakat. Namun komunikasi timbal balik antara masyarakat dan pemerintah juga merupakan sisi penting yang tidak bisa untuk diabaikan saja.

“Karena itu terjalinnya komunikasi antara pimpinan daerah yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dengan masyarakatnya menjadi atensi serius untuk bisa dilaksanakan secara lugas, tuntas dan berkesinambungan. Dan masalah tersebut terjawab dengan adanya program inovasi NTB Care,” ungkap Wakil Gubernur NTB pada pembukaan Lokakarya Percepatan Penanggulangan Kemiskinan atau P2K dan Pencapaian Target Standar Pelayanan Minimal atau SPM di NTB   di Santika Hotel Mataram, Jumat 26 Juni 2021.

Ia menjelaskan NTB Care adalah aplikasi Diskominfotik NTB sebagai media aspirasi dan komunikasi timbal balik antara Gubernur atau Wakil Gubernur dengan masyarakat NTB dengan segala pengaduan dan persoalan pemerintahan, pembangunan sosial kemasyarakatan yang ingin disampaikannya kepada Pemrov NTB untuk mendapatkan solusi dan tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan tersebut.


“NTB Care merupakan jawaban atas kerisauan ataupun kebingungan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti. Kita ingin masyarakat NTB mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan lugas ke Gubernur dan Wagubnya. Itulah kenapa ada NTB Care. NTB Care akan segera merespon aduan dan keluhan masyarakat secara lugas. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kolaborasi yang luar biasa bagusnya dengan semua pihak termasuk di dalamnya upaya pengentasan kemiskinan di daerah,” terang Rohmi

Ia tidak menginginkan seluruh program-program pembangunan di NTB termasuk adanya aplikasi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat NTB tidak tersistem dengan baik.

Dikatakan, aplikasi yang sudah lahir dan terimplementasi secara baik tentu juga akan mempermudah kerjasama yang baik pula dan bias dilakukan dengan 10 kabupaten/kota se-NTB. Kerjasama ini harus tersistem dengan baik dan  tidak bersifat incidental, namun ada ada sistem yang mengatur dan sudah berjalan.

“Penyempurnaan sistem haruslah terus-menerus dilakukan. Tidak hanya hanya dari canggihnya sistem tapi bagaimana cepatnya respon dari Pemprov atau pihak-pihak terkait (OPD) atas keluhan masyarakat tersebut,” tutur Rohmi

Ia menambahkan,, kerjasama yang baik harus dapat dibac-up sejak awal sehingga sistem ini makin bagus, simple, tajam dan akurat, sehingga akses ini betul-betul terbuka lebar. Tidak ada lagi tembok bagi masyarakat NTB itu untuk berkomunikasi dengan pimpinanya.

“Tembok ini harus kita dobrak agar sekat-sekat komunikasi itu tidak ada lagi,” tegasnya (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here