NTB akan Tetapkan Destinasi Lombok-Sumbawa Jadi Zona Hijau

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi
Foto : Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com Provinsi NTB akan menetapkan destinasi super prioritas Lombok-Sumbawa akan menetapkan sejumlah destinasi wisata zona hijau. Penetapan destinasi wisata zona hijau ini diklaim sebagi inovasi pertama di Indonesia di bidang pariwisata.

“Untuk mewujudkan inovasi ini, penetapan Standard Operasional Prosedur (SOP) menjadi harga mati,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi saat rapat terbatas di ruang anggrek kantor gubernur NTB, Senin 28 Juni 2021

Adapun kawasan atau destinasi yang digadang-gadang menjadi wisata zona hijau ini diantaranya kawasan KEK Mandalika, Desa Sembalun dan kawasan tiga Gili yaitu Gili Trawangan Gili Air dan Gili Meno serta Pulau Moyo.

Yusron optimis bubble island dan bubble destination ini akan segera terealisasi dalam waktu dekat.

“Kehadiran destinasi wisata zona hijau ini menjadi penting dan segera kita wujudkan untuk mendukung event-event nasional dan internasional yang akan tersaji dalam waktu dekat ini,” ungkapnya

Untuk mewujudkan inovasi itu, lanjut Yusron, perlu komitmen dan dukungan semua lini. Termasuk kelompok masyarakat di tingkat grassroad (desa, lingkungan bahkan RT).

“Nantinya, akan ditetapkan semacam regulasi formal dalam hal standard operasional prosedur (SOP),” tuturnya

Standard operasional inilah, kata dia yang akan mengikat sehingga destinasi-destinasi itu aman dan nyaman dikunjungi wisatawan.

“Setidaknya ada jaminan kesehatan, rasa aman dan nyaman di tengah pandemi Covid-19. Jaminan inilah yang kita pikirkan bersama dan harus didukung semua pihak jika ingin melihat pariwisata dan ekonomi NTB kembali pulih meski diterpa pandemi,” imbuhnya

Ditambahkan, data resmi yang dikeluarkan pemerintah daerah, di tiga kawasan calon wisata zona hijau itu, rata-rata lebih dari 70 persen sudah memenuhi unsur menjadi kawasan hijau. Fasilitas pendukung di kawasan ini sudah tervaksin dan ter-CHSE. Kawasan tiga Gili dan desa Sembalun misalnya. Secara vaksin dan standar CHSE sudah memenuhi unsur aman dari covid-19.

“Selanjutnya kita tinggal mengontrol orang yang keluar masuk ke kawasan itu. Itulah pentingnya dibuat SOP yang memadai dan bersahabat dengan pelaku, wisatawan dan tentunya virus covid-19,” kata Yusron menambahkan (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here