Keutamaan Berhias Dengan Akhlak Yang Mulia

Penulis : Nurul Habibah, Mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram
Foto : Penulis : Nurul Habibah, Mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram (MetroNTB/Ist)

Penulis : Nurul Habibah, Mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram

MetroNTB.com – Islam itu sendiri pada hakikatnya tidak hanya mengandung unsur pahala dan dosa, tetapi ketaatan dan pengamalan ajaran agama dapat memperpanjang usia kehidupan manusia. Karena secara fitrah manusia selalu berharap hidup lebih lama dan bagi seorang muslim usia panjang harus diisi dengan tepat dan benar sesuai dengan kehidupan yang dikehendaki Allah Swt.

Panjang dan pendeknya usia kehidupan yang sebenarnya tidak harus diukur dari berapa tahun seseorang menjalani hidup yang dianugerahkan Allah, tetapi seberapa efektifkah dia memanfaatkan usia kehidupannya.


Ada Manusia yang menikmati kehidupannya dalam rentang waktu yang sangat pendek, tetapi pada hakikatnya dia telah hidup ratusan bahkan ribuan tahun dalam penilaian Allah Swt, karena usia kehidupan harus diisi dengan Amal- amal yang berkualitas. Akhlak Mulia adalah Misi utama diutusnya Rasulullah Saw yaitu dapat merubah manusia jahiliyah yang jatuh dalam lubang kehancuran menuju akhlak yang mulia dan terpuji.

Akhlak yang luhur dan mulia termasuk perkara yang ditekankan dalam agama ini. Agama ini menekankan dan mendorong kita untuk berhias dengan akhlak yang sempurna terhadap Allah Ta’ala, Rasulullah  shallallahu alaihi wa sallam dan juga terhadap hamba-hambaNya. Dengan akhlak yang mulia akan tampak kesempurnaan dan ketinggian agama Islam ini yaitu agama yang indah dan sempurna baik dari sisi aqidah, ibadah, adab dan akhlak.

Dengan tegas beliau menyatakan:

. الْأَخْلَاقِ  مَکَارِمِلِأُتَمِّمَ بُعِثْتُ إِنَّمَا

Artinya :“sesungghnya aku diutus untuk Menyempurnakan Kemuliaan Akhlak.” (HR. Ahmad)

Dalam berbagai hadits Rasulullah saw disebutkan bahwa orang yang paling baik dalam pandangan agama adalah orang yang paling baik akhlakya. Dengan akhlak yang baik dapat memberatkan timbangan amal kebajikan seorang mukmin di hari akhirat kelak nanti.

“Dari Abdullah bin umar katanya’ Rasulullah saw ditanya tentang orang yang paling baik. Dan Beliau menjawab: “ orang yang paling baik akhlaknya.”

Akhlak yang mulia dalam ajaran islam menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia baik kehidupan pribadi dan keluarga maupun hubungannya dengan Makhluk- makhluk lain ciptaan Allah. Islam menjadikan Akhlak Mulia sebagai salah satu sarana yang dapat memperpanjang usia kehidupan manusia.

Sabda Rasulullah saw.“ Dari Aisyah RA sesungguhnya Nabi Saw bersabda: “seseorang yang telah dianugerahkan keramahan, maka dia telah dianugerahkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Bersilaturahmi, berakhlak mulia dan bertetangga yang baik menciptakan kesejahteraan rumah tangga dan memperpanjang umur.” (HR. AHMAD)

Jika kaum muslimin berhias dengan akhlak mulia serta menunaikan hak- hak saudaranya yang itu menjadi kewajibannya, maka hal itu merupakan pintu gerbang utama masuknya manusia ke dalam agama ini. Hal ini sebagaimana yang telah kita saksikan pada zaman para sahabat radhiyallahu anhum ketika manusia berbondong-bondong masuk Islam disebabkan keindahan akhlak dan keluhuran mereka dalam bermuamalah dan interaksi dengan sesama manusia.

Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baaz rahimahullahu Ta’ala berkata :

“Kaum muslimin pada hari ini bahkan manusia seluruhnya sangat membutuhkan penjelasan tentang agama Allah, tentang keindahan dan hakikat agama-Nya. Demi Allah seandainya manusia dan dunia pada hari ini mengetahui  hakikat agama ini  niscaya mereka akan masuk Islam dengan berbondong-bondong sebagaimana mereka berbondong- bondong masuk Islam setelah Allah menaklukkan kota Mekah untuk Nabi-Nya “alaihish shalaatu was salaam.

Dalam penjelasan lain dipertegas oleh Rasulullah Saw bahwa kebaikan itu dapat menambah umur.

“Dari Tsauban Ra katanya Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada yang dapat merubah qadar (ketentuan Allah) Kecuali doa dan dan tidak ada yang dapat memperpanjang umur manusia kecuali kebaikan seseorang tidak diberikan rezeki (Oleh Allah) karena dosa yang dilakukannya.” (H.R. Ibnu Hibbah dan Al- Hakim).

Kata Al- Birr (Kebajikan) adalah kata yang mencakup berbagai bentuk keutamaan dan kemuliaan dalam sifat, perkataan dan perbuatan yang baik.  Kata Al- birr dalam Al- Qur’an dirangkai dengan kata Taqwa untuk menunjukkan bahwa bukti ketaqwaan itu adalah berbuat kebajikan.

Firman Allah berbunyi :

شَدِيْدُ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ وَاتَّقُوا ۖ وَالْعُدْوَانِ الْاِثْمِ  عَلَى تَعَاوَنُوْا  وَلَا  وَالتَّقْوٰىۖ الْبِرِّ عَلَى وَتَعَاوَنُوْا

.۲الْعِقَابِ

Artinya : “ Dan tolong- menolonglah kamu dalam (mengejarkan) kebaikan dan taqwa, Dan jangan tolong- menolong dalam berbuat dosa dan Pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat berat Siksa- Nya.” (Q.S Al- Maidah: 2).

Kata Al- birr diatas dapat disimpulkan atas dasar Taqwa. Artinya tidak menjadi bertaqwa kecuali orang yang berbuat kebajikan. Apabila seorang hamba mencapai derajat kebajikan dengan perkataan dan perbuatannya, maka dia akan mencapai derajat taqwa dengan menjauhi larangan Allah dan Menjalankan kebajikan yang diperintahkan Allah. Dan apabila hamba telah mencapai derajat kebajikan (al- birr) berarti dia telah menghimpun berbagai bentuk keutamaan sehingga usiannya pun dipanjangkan dengan kebajikannya sebagai anugerah dan karunia dari Sang Pencipta bumi dan Langit yaitu Allah swt.

Abu Darda’ menceritakan bahwa beliau telah mendengar Rasulullah Saw bersabda : “Tidak ada sesuatu (yang pahalanya ) lebih berat dalam timbangan amal seorang mukmin pada hari kiamat dari pada akhlak yang baik. Dan sesungguhnya Allah benar- benar murka terhadap orang yang berkata keji dan kotor.” (HR. At- Tirmidzi ).


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here