Gus AMI Minta Pemerintah Pembatasan Mobilitas Diperluas

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI)
Foto : Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) (MetroNTB/Ist)

Jakarta, MetroNTB.comKetua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) meminta pemerintah menerapkan pembatasan besar-besaran diperluas.

Menurutnya, tanpa pembatasan mobilitas besar-besaran di hulu maka penambahan kapasitas faskes sebanyak apapun di hilir tetap tidak akan memadai.

“Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan. Pembatasan mobilitas saya kira perlu segera diperluas. Kalau tetap begini mau nambah faskes berapapun nggak akan cukup,” ujarnya melalaui keterangan tertulis yang diterima MetroNTB.com 28 Juni 2021


Ketua Tim Pengawas Pencegahan Bencana Covid-19 DPR RI mengatakan kurva yang meroket bahkan nyaris vertikal ini mirip dengan kurva infeksi India pada April lalu, yang membuat negara tersebut lumpuh karena tingkat penularan yang sangat tinggi.

Untuk itu, Gus AMI menyarankan Presiden Jokowi memimpin langsung pengendalian pandemi Covid-19, bukan lagi harus melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN). Ia juga meminta Jokowi meninggalkan konsep gas dan rem yang selama ini kerap menjadi jargonnya.

“Konsep itu, bisa menimbulkan persepsi yang berbeda-beda dalam implementasinya,” tandasnya

Ia mengatakan jika presiden memimpin langsung penanganan pandemi, maka akan satu komando.

“Jangan terus dipertentangkan, pengendalian pandemi itu ya berarti pemulihan ekonomi,” tegas Gus AMI

Ia juga mengimbau ketaatan masyarakat terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro berangkat dari kesadaran, sehingga tidak ada upaya mencari celah untuk melanggar. Kesadaran amat dibutuhkan dalam kondisi seperti sekarang. Pasalnya, wabah ini menyangkut keselamatan jiwa bersama, bukan lagi urusan orang perorang.

“Masalah pandemi ini menyangkut keselamatan jiwa bersama, bukan lagi urusan kelompok atau orang perorang. Satu saja di antara warga lalai, abai, ceroboh, dan nekat maka berpengaruh terhadap yang lainnya,” kata Gus AMI menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here