Galeri Produk dan Pencucian Sarang Walet Desa Kateng Diresmikan

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah saat meresmikan Galeri Produk dan Pencucian Sarang Walet di Desa Kateng, Praya Barat, Lombok Tengah, Jumat 18 Juni 2021
Foto : Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah saat meresmikan Galeri Produk dan Pencucian Sarang Walet di Desa Kateng, Praya Barat, Lombok Tengah, Jumat 18 Juni 2021 (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah meresmikan Galeri Produk dan Pencucian Sarang Walet di Desa Kateng, Praya Barat, Lombok Tengah, Jumat 18 Juni 2021

“Pencucian sarang burung walet bisa menjadi batu loncatan industri baru di NTB,” ujarnya

“Melihat peluang komoditas ekspor yang besar, industri pencucian sarang burung walet dapat menyejahterakan masyarakat,” kata Niken

Ia berharap, industri pengolahan dan perusahaan ekspor yang baru memulai langkahnya ini dapat menyerap tenaga kerja, memberikan manfaat dan potensi ekonomi baru.

Ketua Yayasan Ammar Sasambo Lalu Saswadi menjelaskan, pencucian sarang burung  walet ini memiliki potensi ekonomi besar. Dalam satu kilo sarang walet yang dicuci oleh sepuluh orang tenaga pencuci dengan ongkos Rp 10 juta. Jika satu kuintal sarang burung yang dicuci maka setiap orang tenaga kerja mendapatkan gaji Rp 6 juta perbulan dengan lama waktu pencucian 20 hari.

“Selain akan menyerap tenaga kerja yang besar, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat karena upah yang besar,” jelas Saswadi

Saat ini unit usaha ekspor sarang burung walet yang dikelola yayasannya memiliki 13 apartemen walet sementara pelaku usaha yang bergabung sebanyak 157 orang dengan 360 apartemen.

“Masih banyak lagi potensi di luar NTB yang akan kami ajak bergabung karena PT Ading International sebagai eksportir telah memiliki izin resmi,” tuturnya

Saat ini, yayasannya tengah melatih 30 orang tenaga pencuci sarang walet dengan nilai jual lebih tinggi dari yang sebelumnya diekspor bercampur kotoran dan bulu burung walet. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here