Ada Dugaan Pemotongan Gaji Cleaning Service, Rudal Ngadu ke Dewan

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ruang Diskusi Anak Lingkar (RUDAL) NTB melakukan hearing ke Kantor DPRD Lombok Tengah terkait dengan adanya dugaan pemotongan gaji Cleaning Service yang dilakukan oleh PT Sri Suli Lestari (SSL)
Foto : Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ruang Diskusi Anak Lingkar (RUDAL) NTB melakukan hearing ke Kantor DPRD Lombok Tengah terkait dengan adanya dugaan pemotongan gaji Cleaning Service yang dilakukan oleh PT Sri Suli Lestari (SSL) (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ruang Diskusi Anak Lingkar (Rudal) NTB melakukan hearing ke Kantor DPRD Lombok Tengah terkait dengan adanya dugaan pemotongan gaji Cleaning Service yang dilakukan oleh PT Sri Suli Lestari (SSL)

Dalam Hearing tersebut LSM Rudal ditemui Ketua Komisi IV anggota Komisi IV dan perwakilan dari PT. SSL.

Ketua LSM Rudal NTB Kusuma Wardana mencurigai adanya pemotongan gaji cleaning service di Rumah Sakit yang dilakukan oleh PT. SSL

“Pengawas diberikan tunjangan sekitar sebesar Rp. 200.000 sedangkan didalam pagu anggaran tertulis sebesar Rp. 400.000,” ungkapnya

Ia mengatakan, pada tahun 2019 gaji karyawan cleaning service ini beragam ada yang sekitar Rp. 1.150.000 sedangkan yang diterima oleh karyawan cleaning service sebesar Rp. 800.000 dan pihaknya membeberkan bahwa punya bukti sekitar 70 amplop gaji karyawan.

“Saya menduga ini telah terjadi pemotongan gaji karyawan. Yang paling ngeri adalah ada yang ditanda tangani fakta integritas dari pihak pertama dan kedua bahwa cleaning service menerima gaji 1.150.000,” tutur Kusuma

Selain itu, pihaknya mengatakan bahwa didalam aturan perjanjian kontrak kerja sudah jaminan sosial berupa BPJS Kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan.

“Tetapi pihak PT hanya memberikan jaminan asuransi jiwa sedangkan yang dibutuhkan cleaning service adalah jaminan kesehatan atau BPJS ketenagakerjaan,” tudingnya

“Kami minta dewan untuk memberikan rekomendasi kepada Pemda untuk memutus kontrak dengan pihak PT,” imbuhnya

Sementara itu Leader cleaning service Taufik membantah apa yang disampaikan oleh LSM bahwa apa yang disampaikan sama LSM rudal itu tidak benar

“Apa yang disampaikan itu tidak benar menurut saya. Saya sebagai pengawas menemukan dilapangan bahwa apa yang kita terapkan sudah sesuai dengan kontrak. Mulai dari upah, BPJS kesehatan dan BPJS Ketenaga kerjaan dan kita sudah buktikan tadi,” bantahnya

Dikatakan, di BPJS Ketenagakerjaan pihaknya menyebut sudah memasukkan dua BPJS yaitu BPJS kecelakaan dan kematian. BPJS ketenagakerjaan kita sudah daftarkan tahun 2021 sesuai dengan pagu anggaran

Selain itu, dikontrak kerja itu juga sudah ada tertulis untuk gaji staf berapa, leadernya juga berapa dan pengawasnya berapa beserta tunjangan-tunjangannya

“Untuk cleaning service gajinya sesuai dengan lamanya bekerja kalau sudah senior gajinya Rp. 1.200.000 untuk yang menengah dan penambahan ada yang Rp. 1.100.000 dan ada yang sampai Rp.1000.000,” terang Taufik

Ia menjelaskan, terkait amplop gaji yang sebesar Rp. 800.000  yang di bawa sama LSM itu adalah tahun lalu pada saat pagu masih rendah pada kontrak kerja tahun 2018-2020

“Amplop gaji yang sebesar Rp.800.000 tadi adalah tahun lalu ketika pagu masih rendah,” bebernya

“Alat-alat kerja karyawan juga sudah lengkap dan itu bisa di kroscek di rumah sakit. Kita sudah menjalani sesuai kontrak. Kalau tidak sesuai kontrak maka kita yang akan ribut. Terkait gaji yang tidak sesuai dengan UMK kita sudah dikumpulkan di audotorium Rumah Sakit dan kita juga mau penggajian sesuai dengan UMK tapi pagu yang tidak mencukupi dan pihak RS juga sudah memaklumi,” kata Taufik

Anggota DPRD Komisi IV Legewarman mengatakan, persoalan ini menjadi atensi bersama, jangan sampai ini dicontoh oleh perusahaan yang lain

“Biar tidak berlarut-larut kita akan panggil TAPD untuk menjelaskan pola penganggaran outsourcing yang ada di Pemda,” cetusnya

“Pertemuan selanjutnya harus lengkap antara TAPD dan Disnaker karena gaji tidak boleh kurang dari UMK,” kata Lege menambahkan (Zan/Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here